Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Mengembangkan Kompetensi Kepala Sekolah di Masa Pandemi

Jum'at, 23/10/2020 17:22:51

Tidak hanya Belajar dari Rumah (BDR), kepala sekolah itu penuh tantangan dan peluang untuk mengembangkan kompetensinya. Setiap saat kepala sekolah tentu ada tantangan dan peluang untuk mengembangkan kompetensinya, baik belajar dari rumah atau belajar di sekolah,” tutur Dr. Husnul Chotimah, M.Pd., Kepala SMA Negeri 10 Kota Malang, Jawa Timur.

Husnul menyampaikannya pada Webinar Seri Guru Belajar episode ke-20, pada Senin, 3 Agustus 2020. Seri Webinar diselenggarakan secara berkelanjutan oleh Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Dit. P3GTK) sepanjang bulan Juli 2020. Webinar dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis, pukul 09.00-11.00 melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube, P3GTK Kemdikbud

Menurut Husnul, secara umum sekolah di Indonesia saat ini terdiri dari tiga generasi pengajar, generasi baby boomers, generasi X, dan generasi Y. Sekitar 25 persen guru adalah generasi baby boomers, kelahiran hingga 1964. Kemudian 50 persen guru lahir antara tahun 1965-1980 (generasi X). Sisanya, 25 persen adalah kelahiran tahun 1981-1994 (Generasi Y). “Ini adalah fakta yang juga penuh tantangan bagi kepala sekolah karena tiga generasi guru harus mengajar generasi Z,” kata Husnul.

Mengajar generasi Z memerlukan pembelajaran berbasis e-learning. Sebuah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi. “Anak-anak kita sekarang mulai dari SD maunya belajar dengan pemanfaatan teknologi,” tutur Husnu.

Diperlukan kualifikasi tambahan agar guru mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi Z. Mulai dari penguasaan sarana prasarana teknologi seperti gawai, internet, dan aplikasi berbasis digital pengolah kata, angka, dan presentasi. “Hal inilah yang sangat diperlukan guru di era BDR ini,” tutur Husnul. 

Tanpa ada BDR, guru sejatinya harus mampu menguasai teknologi informasi untuk mengajar generasi Z. Namun di masa pandemi Covid-19 yang datang secara mendadak, banyak guru tidak siap melaksanakan BDR. Menurut Husnul, pendidikan bukan sekadar perpustakaan literasi tetapi merupakan sebuah wadah untuk mendidik siswa agar memiliki kecerdasan akademis dan karakter. Oleh sebab itu, kepala sekolah yang memiliki kompetensi manajerial, supervisi, kewirausahaan, sosial, dan, kepribadian harus menghadapi tantangan dan peluang untuk dapat mengelola pendidikan di sekolah agar berjalan dengan efektif di masa pandemi ini.   

Tantangan dan Peluang Kompetensi Manajerial

Menurut Husnul, ketika BDR harus dilaksanakan, hanya ada satu tantangan dalam kompetensi manajerial, yaitu pengelolaan sekolah dari luring ke daring. Ia menangkap sebuah peluang untuk melakukan digitalisasi manajemen. “Semua proses manajemen berbasis digital,” Husnul menerangkan.

Husnul mencontohkan digitalisasi manajemen SMAN 10 Malang selama pandemi melalui aplikasi berbasis digital bernama SIM SMANDASA. “Artinya  Sistem Informai SMAN Negeri 10 Malang, dasa itu artinya sepuluh,” katanya.

Melalui aplikasi digital, semua komponen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, staf, siswa, komite sekolah, pengawas sekolah, hingga tenaga keamanan dapat mengakses informasi sekolah melalui gawai. Dalam aplikasi ini terdapat beragam menu, seperti Jurnal Digital Mengajar berisi presensi kehadiran guru, data siswa, dan data tugas. “Semua komponen sekolah termasuk komite sekolah tahu apa yang terjadi di SMAN 10 Malang, baik tugas guru dan tugas karyawan setiap harinya,” kata Husnul.

Dalam aplikasi SIM SMANDASA, terdapat juga menu Data Absensi Pendidik,  Tenaga Kependidikan, dan Peserta Didik. Melalui menu ini kepala sekolah bisa melihat data guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang hadir maupun tidak hanya mengunakan gawai. “Jadi saya bisa tahu siapa, karena otomatis semuanya terekam,” ujar Husnul.

Aplikasi juga menampilkan menu Pemberian Sumbangan Orang tua dan Pelanggaran. Sehingga semua pihak dapat melihat dan memantau jumlah sumbangan dan pelanggaran yang terjadi di sekolah. “Semua bisa mengisi data pelaporan kasus di SMAN 10 Malang sehingga pengurus komite juga tahu,” tutur Husnul.

Menurut Husnul, dalam aplikasi ini juga terdapat menu Ekstra Kurikuler Siswa Digital. Menu ini memperlihatkan beragam foto dan video kegiatan ekstra kurikuler yang dilakukan siswa di sekolah. Pada masa MPLS siswa baru tahun ajaran 2020/2021, juga dapat disimak berbagai kegiatan ekstra kurikuler secara virtual. “Jadi mereka tinggal memilih dan mengisi link-nya,” ujar Husnul.

Selain itu, ada pula menu Disposisi Surat dan Buku Tamu. Melalui menu ini tamu sekolah dicatat dalam aplikasi oleh tenaga kependidikan. Mulai dari nama, alamat rumah, asal instansi hingga maksud dan tujuan. “Sementara disposisi kepala sekolah, nanti saya menuliskan dalam aplikasi disposisinya apa,” Husnul menjelaskan.

Tantangan dan Peluang Kompetensi Supervisi 

Husnul menemukan beberapa tantangan dalam melakukan supervisi guru. Mulai dari guru yang kesulitan memadukan beberapa aplikasi dalam pembelajaran,  pembinaan daring, dan perlunya format baru dalam melakukan supervisi pembelajaran daring.

Untuk peluangnya, ia meminta para guru belajar menggunakan aplikasi pembelajaran secara internal melalui daring bersama guru dan staf lain yang telah menguasai aplikasi pembelajaran digital. Di antaranya, video pembelajaran dengan PPT, pembuatan media barcode, konversi pdf secara daring, manajemen file di google drive, google sheet dan aplikasi pembelajaran google lainnya.

“Ini menjadi best practices saya berjudul Strategi Pohon Pepaya. Yang memberi pelatihan adalah generasi milenial seperti pohon pepaya yang muda di atas dan yang matang di bawah,” tutur Husnul. Dalam pembelajaran daring, ia menyiapkan format supervisi yang efektif untuk pembelajaran daring. “Khusus format supervisi sedang saya kerjakan dan saya lakukan penelitian,” tuturnya.

Tantangan dan Peluang Kompetensi Kewirausahaan

Tantangan kompetensi kewirausahaan bagi kepala sekolah di masa pandemi ini adalah memberi layanan prima yang inovatif, memotivasi, dan punya nilai jual bagi peserta didik. “Kalau di SMA kewirausahaan seperti itu, tetapi kalau SMK terkait dengan produk dan jasa,” kata Husnul.

Husnul menilai, peluang memberikan layanan prima yang inovatif, memotivasi, dan punya nilai jual bagi peserta didik ini sudah dilakukannya bersama dengan para guru dan tenaga kependidikan lain di sekolah. Salah satunya melalui video lesson study secara daring yang telah diunggah ke situs berbagi video youtube. “Menurut saya termasuk kompetensi kewirausahaan di mana kita memiliki inovasi dan motivasi untuk berbagi dengan teman-teman di tempat yang lain. Silakan buka youtube SMK Negeri 10 Malang,” ujarnya.

Husnul berharap melalui video lesson study yang dibuatnya, kepala sekolah lain bisa mengadopsi untuk digunakan dalam kegiatan supervisi secara daring. “Jadi mulai tahap pra supervisi kepala sekolah dapat terlibat. Kemudian tahap kunjungan kelas kepala sekolah juga dapat masuk. Lalu pada tahap pasca supervisi kepala sekolah juga bisa ikut secara daring,” tutur Husnul.

Kepala sekolah juga memiliki peluang membuat instrumen supervisi. Hal ini mengacu pada pemberian bantuan bagi guru kepala sekolah merdeka untuk membuat format atau instrumen supervisi di sekolah. Instrumen supervisi bertujuan untuk meningkatkan keprofesionalan guru.

Pendidikan Karakter Masa BDR

Untuk pembinaan pendidikan karakter selama BDR, salah satunya berupa kegiatan keagamaan bagi siswa dan guru sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Misalnya doa bersama, khataman Al Quran, dan kebaktian secara virtual.

Menurut Husnul, kegiatan ini sebelum masa pandemi juga merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sekolah dalam membina karakter siswa. Pandemi turut mengubah kegiatan kegamaan menjadi virtual. “Jadi siswa dibagi karena kalau zoom kapasitas hanya seribu siswa, sehingga kami padu dengan google meet,” tutur Husnul.


https://p3gtk.kemdikbud.go.id/konten/mengembangkan-kompetensi-kepala-sekolah-di-masa-pandemi-37kyu9mf

Posting oleh Desi Eri K 6 tahun yang lalu - Dibaca 25312 kali

 
Tag : #MBS;PSM;kompetensikepalasekolah;masapandemicovid-19

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 15/02/2021 15:16:57
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Abstract: Students are currently experiencing a character crisis which is concerning. Cultivating the character value...

Rabu, 03/02/2021 08:59:00
PENINGKATAN PARTISIPASI ORANGTUA PESERTA DIDIK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Abstract: This study aims to describe (1) the Go Application management process. (2) parental understanding in using...

7 Pilar MBS
MBS portal
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen peserta didik berbasis sekolah adalah pengaturan peserta didik yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan peserta didik di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah   A n s a r Universitas Negeri Gorontalo   Abstrac: School Based Management (SBM) is a gift of freedom (autonomy) to the school to take care of everything related to the operation of the school in order to achieve goals...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas Awal
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas...
11 tahun yang lalu - dibaca 128341 kali
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
13 tahun yang lalu - dibaca 99083 kali
Panduan Advokasi dan Lokakarya Penyusunan Rencana Kegiatan, Anggaran, Supervisi dan Monitoring Program MBS
Panduan Advokasi dan Lokakarya...
13 tahun yang lalu - dibaca 68877 kali
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah dan Masyarakat
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah...
13 tahun yang lalu - dibaca 54794 kali
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
11 tahun yang lalu - dibaca 100072 kali
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
11 tahun yang lalu - dibaca 104923 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
13 tahun yang lalu - dibaca 87836 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
13 tahun yang lalu - dibaca 106141 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
6 tahun yang lalu - dibaca 45684 kali
Mendikbud Tetapkan Empat Pokok...
6 tahun yang lalu - dibaca 53635 kali
PPDB 2019 SMP Sistem Zonasi, Nilai USBN...
7 tahun yang lalu - dibaca 63571 kali
Penghapusan Ujian Nasional Tak Otomatis...
7 tahun yang lalu - dibaca 45504 kali
Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas...
7 tahun yang lalu - dibaca 63885 kali
APBN 2019, Anggaran Pendidikan Rp 492 Triliun, Terbesar untuk Agama
APBN 2019, Anggaran Pendidikan Rp 492...
8 tahun yang lalu - dibaca 42820 kali
Asah Bakat Sejak Dini, Anak Tumbuh Jadi Remaja Hebat
Asah Bakat Sejak Dini, Anak Tumbuh Jadi...
8 tahun yang lalu - dibaca 39694 kali
"Bersiaplah... Pendaftaran SNMPTN...
8 tahun yang lalu - dibaca 127103 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 3.15367 seconds