Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Senin, 29/06/2020 07:40:24

Pandemi covid-19 di Indonesia, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menerapkan sistem pembelajaran dengan belajar dari rumah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan. Untuk mengetahui efektivitas program ini, dalam rentang waktu 13-22 Mei 2020, Kemendikbud melakukan survei secara dalam jaringan ( daring) dengan responden 38.109 siswa dan 46.547 orangtua pada seluruh jenjang pendidikan di seluruh provinsi di Indonesia. Selain secara daring, pada 18 Mei-2 Juni 2020, Kemendikbud bekerja sama dengan UNICEF melakukan survei melalui layanan sms gratis terhadap 1.098 siswa dan 602 orang tua, terutama yang berdomisili di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Dari hasil survei tersebut, baik di wilayah 3T maupun non-3T, sebanyak 96,6 persen siswa belajar sepenuhnya dari rumah. Peran penting orangtua Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbang dan Perbukuan) Totok Suprayitno menyampaikan orangtua memiliki peran yang cukup sentral dalam pelaksanaan belajar dari rumah. Hampir 90 persen orangtua mendampingi anaknya belajar dari rumah di semua jenjang pendidikan. “Saya kira ini hal yang positif ketika orang tua tergerak untuk mendampingi anaknya. Meskipun ada keluhan yang menonjol, di antaranya orang tua tidak paham materi ajar,” disampaikan Totok pada rapat kerja bersama anggota Komisi X DPR RI melalui telekonferensi (22/6/2020). Sebagian besar siswa telah belajar sepenuhnya dari rumah meskipun masih terdapat 3,3 persen siswa yang belajar bergantian di rumah dan di sekolah. Sebanyak 0,1 persen siswa yang masih belajar penuh dari sekolah beralasan karena tidak ada yang mendampingi belajar dari rumah. Siswa-siswa tersebut berdomisili di wilayah 3T yang tidak terdampak Covid-19. Jaringan internet yang tidak memadai menjadi salah satu alasan sehingga sejumlah siswa melakukan pembelajaran dari rumah dan di sekolah secara bergantian. Selain itu, survei menunjukkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi. Kemudian, lanjut Totok, masih banyak guru yang hanya memberikan penugasan mengerjakan soal-soal saja. Hal ini dikhawatirkan akan membuat anak kehilangan konsep inti dari kurikulum yang seharusnya dikuasai lebih dulu. Jika dilihat dari cara-cara siswa belajar dari rumah, baik di wilayah 3T maupun non-3T, sebagian besar siswa belajar dengan mengerjakan soal dari guru, sedangkan pembelajaran interaktif dilakukan kurang dari 40 persen siswa. Namun cukup banyak siswa yang juga memanfaatkan belajar melalui televisi, buku, maupun sumber belajar lainnya. Solusi Kemendikbud Oleh karena itu, Kemendikbud akan segera menyediakan modul-modul yang memudahkan anak yang terpaksa belajar sendiri atau minim panduan dari guru. Modul-modul akan dibuat menarik sehingga bisa mengurangi kebosanan anak. "Ini tentunya bukan satu-satunya solusi, tetapi bagian dari upaya untuk membantu anak bisa belajar,” kata Totok. “Pendekatannya project-based learning atau activity-based learning. Harapannya pendekatan tersebut lebih memandu anak agar tidak memahami konsep sebatas yang tertuang di buku teks saja," ungkap Totok. Ia melanjutkan, "tetapi dapat memandu anak bagaimana cara belajar dan memahaminya lebih mendalam. Modul akan dibuat baik untuk belajar daring maupun luring." Sementara itu, khusus untuk daerah 3T atau yang tidak terjangkau internet, Kemendikbud akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pendistribusian modul-modul cetak yang dapat membantu siswa yang harus belajar dari rumah. Selanjutnya, Kabalitbang dan Perbukuan mengkhawatirkan kemungkinan melebarnya kesenjangan hasil belajar antar siswa. Anak-anak dari keluarga miskin merupakan kelompok paling rentan kemungkinan kehilangan pengalaman belajar. Oleh karena itu, Kemendikbud mendorong setiap guru agar melakukan asesmen awal bagi siswa-siswinya di masa tahun ajaran baru nanti. Tujuannya agar membantu guru mengetahui kondisi dan kemampuan belajar setiap siswa usai masa belajar dari rumah. Hal ini penting agar dapat memitigasi melebarnya kesenjangan kemampuan siswa, khususnya antar kelompok sosial ekonomi, maupun antar daerah. “Guru perlu mengajar pada level kemampuan anaknya, bukan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak yg paling tertinggal,” ujar Totok. Ia melanjutkan “Panduan dan instrumennya sedang kami siapkan agar bisa digunakan guru melakukan asesmen,” ucap Totok.
https://www.kompas.com/edu/read/2020/06/28/222237371/survei-kemendikbud-peran-orangtua-penting-dalam-pelaksanaan-belajar-dari?page=all#page2.
Penulis : Irfan Kamil
Editor : Yohanes Enggar Harususilo
Posting oleh Desi Eri K 6 tahun yang lalu - Dibaca 73273 kali
Tag :
#MBS;PSM:pandemi;covid;pendidikanpandemi
Berikan Komentar Anda
Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Artikel
Senin, 30/11/2020 09:07:18Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Swasta Unggul
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan budaya organisasi Sekolah Menengah Pertama Swasta...
Artikel
Senin, 09/11/2020 08:38:41Implementasi Kurikulum dan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19
Malang. Pandemi covid-19 rupanya tak kunjung membaik hingga memasuki tahun ajaran baru 2020/2021. Namun sudah terlihat...
7 Pilar MBS
Pilar
a. Konsep DasarManajemen pendidik dan tenaga kependidikan berbasis sekolah adalah pengaturan pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan yang terkait dengan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah,...
Informasi Terbaru
Penelitian
Penelitian
R. Bambang Soemarsono. Pendidikan merupakan suatu proses transformasi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek perilaku lainnya dari generasi ke generasi berikutnya. Bafadal (2013) menyatakan, bahwa” tugas pendidikan adalah mengupayakan agar anak bisa mengenal potensi...
Modul dan Pedoman
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan...
Senin, 22/06/2020 21:57:41
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan Berarti KBM...
Senin, 15/06/2020 09:57:35
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul...
Senin, 08/06/2020 08:41:20
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK
Minggu, 30/05/2020 09:57:22
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KEMAMPUAN MANAJERIAL,...
Minggu, 17/05/2020 19:13:24
ANALISIS SISTEM KEPELATIHAN DI IKIP BUDI UTOMO...
Selasa, 28/04/2020 21:07:07
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PADA...
Selasa, 31/03/2020 21:23:41
Wahai Para Guru, Jangan Berikan Tugas yang...
Selasa, 24/03/2020 09:46:07
Fokus Hari Ini
Tags
Berita Pilihan
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan...
Senin, 22/06/2020 21:57:41
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan Berarti KBM...
Senin, 15/06/2020 09:57:35
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul...
Senin, 08/06/2020 08:41:20
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK
Minggu, 30/05/2020 09:57:22
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KEMAMPUAN MANAJERIAL,...
Minggu, 17/05/2020 19:13:24
ANALISIS SISTEM KEPELATIHAN DI IKIP BUDI UTOMO...
Selasa, 28/04/2020 21:07:07
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PADA...
Selasa, 31/03/2020 21:23:41
Wahai Para Guru, Jangan Berikan Tugas yang...
Selasa, 24/03/2020 09:46:07
Terpopuler
6
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78350 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75517 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91958 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101348 kali
Info MBS
Jembatani Kompetensi Siswa dengan...
9 tahun yang lalu - dibaca 36136 kali
Pendidikan Informal untuk Penguatan...
9 tahun yang lalu - dibaca 54169 kali
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak...
9 tahun yang lalu - dibaca 55531 kali
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik...
9 tahun yang lalu - dibaca 53529 kali
Permen tentang Penguatan Pendidikan...
9 tahun yang lalu - dibaca 58035 kali
Pemerataan Pendidikan Siapkan SDM...
9 tahun yang lalu - dibaca 54399 kali
72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan...
9 tahun yang lalu - dibaca 44584 kali
Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara...
9 tahun yang lalu - dibaca 47918 kali
