Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

"Ospek" Harus Membentuk Karakter Siswa, Tanpa Kekerasan

Jum'at, 02/09/2016 12:24:17

43ospek.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com

- Program pengenalan kampus saat ini sudah harus jauh dari gaya orientasi pengenalan kampus atau ospek yang melibatkan kekerasan fisik dan mental sehingga menjadi momok mahasiswa dan orang tua. Hal itu sesuai himbauan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek DIKTI) melalui Keputusan Dirjen Dikti No.25/DIKTI/Kep/2014 tentang Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru.

"Yang dibutuhkan sekarang itu bisa mendidik mahasiswa agar memiliki karakter, integritas berlandaskan moral dan etika bangsa. Karena itu, pengenalan kampus di sini tidak hanya mengarahkan mahasiswa untuk sekadar menguasai teknologi baru, hardskill, tapi juga memiliki softskill yang mumpuni," kata Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, pada kegiatan 'Pendidikan Character Building', Kamis (1/9/2016).

Untuk menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 ini, lanjut El Amry, pihaknya memang hanya melakukan program pengenalan kampus lewat konsep character building. Digelar selama empat sejak Selasa (30/8/2016) sampai Jumat (2/9/2016), kegiatan ini tidak hanya untuk mengenalkan kampus dan sistem pendidikannya, tapi juga membentuk karakter dan integritas mahasiswa.

"Sehingga wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan menjadi prasyarat untuk mengikuti sidang skripsi. Untuk itu, kami libatkan pembimbingnya langsung dari luar negeri yang sudah memahami betul konsep itu," ujarnya.

Para ahli softskill itu didatangkan dari Malaysia, yaitu Prof Mohd Salleh Aman dan pakar konseling Dr HM. Ray Akbar, serta Prof Saleh Aman, pakar softskill asal Universiti Malaya, Malaysia.

Pada kegiatan ini materi yang diberikan meliputi Pengenalan Sistem Perguruan Tinggi (PSPT), budaya akademik (academic culture), pembentukan mindset kewirausahaan, dan lainnya. Kesadaran untuk cinta Tanah Air juga ditanamkan melalui materi wawasan kebangsaan (National Awareness), serta materi softskill berupa kepemimpinan dan organisasi, serta kemampuan interpersonal.

"Dibagi tiga shift, yaitu pagi, siang dan sore. Mahasiswa yang sudah selesai pada shift-nya diperkenankan pulang, dan tidak ada aktivitas di luar ruangan," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nasional, Prof Iskandar Fitri.

Fitri mengatakan kegiatan tersebut dibuat senyaman mungkin agar para mahasiswa bisa duduk nyaman di kelas dan menikmati materi yang disampaikan. Diskusi pun mengalir tanpa ada tekanan atau kekerasan.

Salah satu mahasiswa baru dari Fakultas Ilmu Hukum, Dewi Mayang Sari, mengaku nyaman mengikuti program pengenalan kampusnya. Dia tidak merasa ada kesan tertekan.

"Perbandingan antara character building dengan ospek ada pada suasana tertekan dan mencekam anak baru. Ospek kan biasanya jadi ajang balas dendam senior kepada adik-adik kelasnya. Dalam character building ini suasananya lebih nyaman, menarik, dan mengubah paradigma tentang kegiatan pengenalan kampus yang selama ini ada," kata Sari.

Posting oleh Desi Eri K 10 tahun yang lalu - Dibaca 91679 kali

 
Tag : #pendidikankarakter #MBS #manajemenperguruantinggi #mahasiswabaru #manajemenpesertadidik

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 30/11/2020 09:07:18
Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Swasta Unggul

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan budaya organisasi Sekolah Menengah Pertama Swasta...

Senin, 09/11/2020 08:38:41
Implementasi Kurikulum dan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Malang. Pandemi covid-19 rupanya tak kunjung membaik hingga memasuki tahun ajaran baru 2020/2021. Namun sudah terlihat...

7 Pilar MBS
MBS portal
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen pendidik dan tenaga kependidikan berbasis sekolah adalah pengaturan pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan yang terkait dengan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah,...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
PENINGKATAN PARTISIPASI ORANG TUA SISWA DALAM PENDIDIKAN MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA
R. Bambang Soemarsono. Pendidikan merupakan suatu proses transformasi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek perilaku lainnya dari generasi ke generasi berikutnya. Bafadal (2013) menyatakan, bahwa” tugas pendidikan adalah mengupayakan agar anak bisa mengenal potensi...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78947 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75972 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 92517 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
13 tahun yang lalu - dibaca 102048 kali
Info MBS
Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha
Jembatani Kompetensi Siswa dengan...
9 tahun yang lalu - dibaca 36645 kali
Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal
Pendidikan Informal untuk Penguatan...
9 tahun yang lalu - dibaca 54541 kali
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak Perbatasan
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak...
9 tahun yang lalu - dibaca 55976 kali
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik Mengajar Realistik
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik...
9 tahun yang lalu - dibaca 53910 kali
Permen tentang Penguatan Pendidikan Karakter Disiapkan dalam Sepekan
Permen tentang Penguatan Pendidikan...
9 tahun yang lalu - dibaca 58588 kali
Pemerataan Pendidikan Siapkan SDM Berkarakter dan Berdaya Saing
Pemerataan Pendidikan Siapkan SDM...
9 tahun yang lalu - dibaca 54944 kali
72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?
72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan...
9 tahun yang lalu - dibaca 45041 kali
Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara Perpecahan Bangsa
Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara...
9 tahun yang lalu - dibaca 48320 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.47 Mb - Loading : 1.81433 seconds