Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Partisipasi Cegah Kekerasan dalam Pendidikan

Senin, 22/08/2016 09:55:02

JAKARTA – Meski masa orientasi siswa tahun ini sudah ditiadakan, kekerasan dalam pendidikan masih ditemui di lingkungan sekolah. Tak hanya siswa, belakangan guru juga menjadi korban kekerasan dari orangtua peserta didik yang tidak terima anaknya dihukum.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menjelaskan, pendidikan harus bebas dari kekerasan meskipun dalam rangka mendisiplinkan anak. Guna mencegah hal tersebut, guru perlu membuat kesepakatan dengan siswanya di awal pertemuan.

"Saya tahu guru juga manusia yang ada batas kesabaran terhadap anak. Tetapi semua itu bisa dikomunikasikan, misalnya dengan membuat kesepakatan sebelumnya," ujarnya dalam jumpa pers Masyarakat Peduli Pendidikan di Kantor LBH Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Selain guru, kepala sekolah juga harus tanggap jika terjadi kasus kekerasan di lingkungannya. Jika tidak, yang terjadi bukan penyelesaian masalah melainkan masalah baru, seperti orangtua yang memukul guru setelah anaknya mengadu. "Berarti di sini kepala sekolah juga gagap dalam menyelesaikan kasus kekerasan," sebutnya.

Seorang guru relawan di wilayah pelosok, Fidella Anandhita, menceritakan pernah mengajak siswanya secara partisipatif untuk menegakkan kedisiplinan. Baginya jika anak melanggar aturan bukan berarti diberi hukuman fisik, tetapi membiarkan mereka menerima konsekuensinya.

"Ada kesepakatam dulu. Contohnya, ketika mereka tidak bawa alat gambar, mereka tahu kalau konsekuensinya tidak bisa menggambar. Teman-temannya juga belum tentu mau meminjamkan. Karena sudah ada kesepatakan dan dia tahu konsekuensinya, maka anak tersebut harus cari akal supaya bisa menggambar," paparnya.

Sementara pakar sosiologi dari Universitas Indonesia (UI), Kamanto Sunarto, menambahkan sudah menjadi tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mensosialisasikan bahwa kekerasan dalam pendidikan tidak diperkenankan. Apalagi saat ini sudah ada Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Bukan berarti malah menyatakan bahwa kekerasan dibolehkan dalam batasan tertentu. Pernyataan Mendikbud itu sangat berpengaruh, dan Kemdikbud bertugas menjalani undang-undang tanpa kompromi. Daripada disalahartikan, bisa jadi ada guru yang melakukan kekerasan karena merasa dilindungi oleh perkataan menteri," tandasnya. 

sumber: (http://news.okezone.com/read/2016/08/18/65/1467071/partisipasi-cegah-kekerasan-dalam-pendidikan)

Posting oleh Desi Eri K 10 tahun yang lalu - Dibaca 47737 kali

 
Tag : #MBS #praktikMBS #komunikasisekolah #kekerasananak #perankepalasekolah

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...

Senin, 14/12/2020 09:18:40
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER

Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...

7 Pilar MBS
MBS portal
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104515 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92896 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55074 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61712 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90413 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65311 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 76802 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 152664 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
8 tahun yang lalu - dibaca 56168 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 44559 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
8 tahun yang lalu - dibaca 62677 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
8 tahun yang lalu - dibaca 59217 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 40498 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
8 tahun yang lalu - dibaca 48257 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 57687 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 73638 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 1.51799 seconds