Pendidikan Kejujuran, Pemerintah Harus Gandeng Keluarga dan Sekolah
Jum'at, 05/08/2016 10:51:59
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menggandeng keluarga dan sekolah untuk membumikan pendidikan kejujuran.
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menyatakan, gagasan yang beberapa kali dilontarkan Mendikbud Anies Baswedan tentang pentingnya sekolah menanamkan kejujuran dan integritas bagi anak didik yang disosialisasikan kepada orangtua anak didik adalah gagasan yang bagus.
Apalagi untuk menaikkan integritas siswa dan sekolah. Tetapi menurut Pahala, akan sangat sulit diterapkan kalau tidak ada detail operasionalnya. Karenanya dia menanyakan bagaimana pelaksanaannya nanti.
"Itu gagasan bagus. Tapi kayak apa nih? Mata pelajaran baru? Atau budi pekerti? Atau penegakan aturan? (Misalnya) nyontek dikeluarin. Atau penyuluhan saja atau simultan?," kata Pahala kepada Koran Sindo, Jumat 29 April 2016 malam.
Pria yang mendapat gelar doktor dari Universitas Indonesia (UI) ini memaparkan, yang harus diingat oleh kita semua adalah peran keluarga sangat penting dalam menanamkan pendidikan kejujuran dan integritas.
Karenanya Pahala menilai, pemerintah mesti menggandeng keluarga untuk menggemakan dan menanamkan pendidikan tersebut.
"Tetapi bukan hanya keluarga. Di sekolah, guru, lingkungan main juga harus konsisten, jujur semua. Dari kecil sampai kerja. Kompleks, dan enggak satu faktor saja yang harus didorong," ujarnya.
Pahala menuturkan, KPK sejak beberapa tahun lalu sudah membuat kurikulum pendidikan antikorupsi, yang di dalamnya berisi kejujuran dan integritas yang sudah diterapkan di sejumlah sekolah dan universitas.
Dia berpandangan, pemerintah melalui Kemendikbud dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bisa mengadopsi itu guna menanamkan kejujuran anak mulai dari keluarga, sekolah dan universitas.
"Langsung ikutin saja di kurikulum buku cetak. Materi untuk guru dan pengawas sekolah," bebernya.
Untuk saat ini, Pahala melanjutkan, KPK sedang merevisi kurikulum buku pendidikan antikorupsi untuk sekolah dan universitas. Yang pasti di dalam revisi itu tidak akan ada mata pelajaran baru.
"Kita kerja bareng untuk sekolah pilotnya dikbud. Sekarang sedang jalan," jelasnya.
sumber : (http://nasional.sindonews.com/read/1105450/144/pendidikan-kejujuran-pemerintah-harus-gandeng-keluarga-sekolah-1462105046)
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menyatakan, gagasan yang beberapa kali dilontarkan Mendikbud Anies Baswedan tentang pentingnya sekolah menanamkan kejujuran dan integritas bagi anak didik yang disosialisasikan kepada orangtua anak didik adalah gagasan yang bagus.
Apalagi untuk menaikkan integritas siswa dan sekolah. Tetapi menurut Pahala, akan sangat sulit diterapkan kalau tidak ada detail operasionalnya. Karenanya dia menanyakan bagaimana pelaksanaannya nanti.
"Itu gagasan bagus. Tapi kayak apa nih? Mata pelajaran baru? Atau budi pekerti? Atau penegakan aturan? (Misalnya) nyontek dikeluarin. Atau penyuluhan saja atau simultan?," kata Pahala kepada Koran Sindo, Jumat 29 April 2016 malam.
Pria yang mendapat gelar doktor dari Universitas Indonesia (UI) ini memaparkan, yang harus diingat oleh kita semua adalah peran keluarga sangat penting dalam menanamkan pendidikan kejujuran dan integritas.
Karenanya Pahala menilai, pemerintah mesti menggandeng keluarga untuk menggemakan dan menanamkan pendidikan tersebut.
"Tetapi bukan hanya keluarga. Di sekolah, guru, lingkungan main juga harus konsisten, jujur semua. Dari kecil sampai kerja. Kompleks, dan enggak satu faktor saja yang harus didorong," ujarnya.
Pahala menuturkan, KPK sejak beberapa tahun lalu sudah membuat kurikulum pendidikan antikorupsi, yang di dalamnya berisi kejujuran dan integritas yang sudah diterapkan di sejumlah sekolah dan universitas.
Dia berpandangan, pemerintah melalui Kemendikbud dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bisa mengadopsi itu guna menanamkan kejujuran anak mulai dari keluarga, sekolah dan universitas.
"Langsung ikutin saja di kurikulum buku cetak. Materi untuk guru dan pengawas sekolah," bebernya.
Untuk saat ini, Pahala melanjutkan, KPK sedang merevisi kurikulum buku pendidikan antikorupsi untuk sekolah dan universitas. Yang pasti di dalam revisi itu tidak akan ada mata pelajaran baru.
"Kita kerja bareng untuk sekolah pilotnya dikbud. Sekarang sedang jalan," jelasnya.
sumber : (http://nasional.sindonews.com/read/1105450/144/pendidikan-kejujuran-pemerintah-harus-gandeng-keluarga-sekolah-1462105046)
Posting oleh Desi Eri K 10 tahun yang lalu - Dibaca 23599 kali
Tag :
#PSM #sekolahkejuruan #perankeluargadan sekolah #peranmasyarakat #peranpemerintah
Berikan Komentar Anda
Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Artikel
Senin, 20/07/2020 08:11:32Guru Perlu Lakukan Asesmen untuk Ketahui Capaian Siswa Belajar dari Rumah
Jakarta, Kemendikbud --- Melalui Webinar Asesmen dan Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Masa Pandemi, Kemendikbud...
Berita
Selasa, 14/07/2020 14:14:11Nasib Pelajar di Tengah Pandemi
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan sebagai cara untuk tetap melaksanakan kegiatan...
7 Pilar MBS
Pilar
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
a. Konsep Dasar
Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Penelitian
Raden Bambang Sumarsono
rbamsum@gmail.com
Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia...
Senin, 12/02/2018 10:12:44
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi...
Selasa, 30/01/2018 13:03:59
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan Beasiswa Ke...
Minggu, 20/01/2018 12:32:21
Pendidikan Tinggi Harus Tekankan Pengembangan...
Kamis, 11/01/2018 10:18:27
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Jum'at, 05/01/2018 22:21:35
Guru Kekinian Didorong Tingkatkan Profesionalitas
Rabu, 27/12/2017 13:56:03
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan...
Rabu, 20/12/2017 10:45:58
Bukan Cuma Guru, Orangtua Juga Berperan Mendidik...
Selasa, 12/12/2017 14:31:47
Fokus Hari Ini
Tags
Berita Pilihan
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia...
Senin, 12/02/2018 10:12:44
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi...
Selasa, 30/01/2018 13:03:59
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan Beasiswa Ke...
Minggu, 20/01/2018 12:32:21
Pendidikan Tinggi Harus Tekankan Pengembangan...
Kamis, 11/01/2018 10:18:27
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Jum'at, 05/01/2018 22:21:35
Guru Kekinian Didorong Tingkatkan Profesionalitas
Rabu, 27/12/2017 13:56:03
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan...
Rabu, 20/12/2017 10:45:58
Bukan Cuma Guru, Orangtua Juga Berperan Mendidik...
Selasa, 12/12/2017 14:31:47
Terpopuler
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78363 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75529 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 92001 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101371 kali
Info MBS
Pembelajaran Aktif untuk Perguruan...
12 tahun yang lalu - dibaca 113917 kali
Suara MBE October 2005 (English Edition)
12 tahun yang lalu - dibaca 85036 kali
Paket Pelatihan 3
13 tahun yang lalu - dibaca 141657 kali
Paket Pelatihan 2
13 tahun yang lalu - dibaca 113818 kali
Paket Pelatihan 1
13 tahun yang lalu - dibaca 158997 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
13 tahun yang lalu - dibaca 119399 kali
MODUL 6 UNIT 3
11 tahun yang lalu - dibaca 124454 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
11 tahun yang lalu - dibaca 138829 kali
