Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Tingkatkan Kemampuan Speaking Siswa Dengan Permainan Rakyat

Kamis, 04/08/2016 13:04:03

Tingkatkan Kemampuan Speaking Siswa Dengan Permainan Rakyat

SALAH
satu kompetensi  yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Inggris kelas VIII semester ganjil  adalah melakukan monolog descriptive. Tujuan pembelajaran adalah siswa mampu mendeskripsikan ciri fisik seseorang. cara menerangkan tujuan pembelajaran monolog descriptrive, yaitu agar siswa mampu menceritakan secara deskriptif benda-benda yang dijumpainya secara sendiri-sendiri.

Berdasarkan pengamatan penulis selama beberapa tahun mengajarkan kompetensi ini, penulis sering mengalami kendala. Salah satunya adalah kurangnya kepercayaan diri siswa melakukan monolog terutama ketika dilakukan di depan kelas. Hanya sebagian kecil siswa yang berani melakukannya.

Penulis mencoba menganalisis kembali model serta media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Penulis beranggapan bahwa model dan media pembelajaran yang menarik bagi siswa dapat menimbulkan motivasi serta kepercayaan diri siswa. Penulis kemudian mencoba menggangkat  salah satu permainan Rakyat Toraja sebagai media pembelajaran,  yaitu Ma’kossi.

Permainan ini dimainkan oleh dua orang secara berlawanan.  Bahan yang digunakan adalah batu kecil-kecil sebanyak 20 biji dan potongan bambu sebanyak 10 buah dengan tinggi masing masing  5 cm. Setiap pemain mendapatkan 5 potongan bambu: satu bambu berfungsi sebagai bambu utama dan empat tersisa sebagai bambu pembantu. Empat bambu pembantu ditempatkan sejajar dalam satu garis dan berhadapan dengan bambu milik pemain lawan. Kemudian bambu yang berfungsi sebagai bambu utama ditempatkan disamping kanan bambu pembantu dan berhadapan dengan bambu utama pemain lawan. Setiap bambu pembantu diisi batu batu kecil sebanyak 5 batu untuk masing masing bambu.

Sebelum permainan dimulai, selain sudah dibahas di pembelajaran sebelumnya, guru juga mengadakan tanya jawab tentang kosa kata yang terkait dengan ciri-ciri fisik seseorang. Guru juga menguatkan kembali pengetahuan yang mereka dapat sebelumnya dengan contoh-contoh membuat kalimat ciri-ciri fisik seseorang. Setelah itu guru membagi kelompok dan menerangkan cara permainan kossi. Setiap kelompok terdiri dari 6 orang pemain. Permainan sebenarnya dijalankan secara berpasangan, namun ditambah satu orang untuk mencatat monolog yang mereka hasilkan, sebelum ia sendiri bermain dengan pasangannya sendiri yang hasilnya dicatat oleh temannya yang sudah melakukan permainan. Hasil catatan monolog ini digabung untuk dipresentasikan setelah permainan selesai. Untuk memulai permainan ini, dilakukan undian dengan hom pim pah per masing-masing pasangan. Pemain yang menang mengawali permainan. Setiap pemain mengambil semua batu yang ada dalam satu bambu secara acak, kemudian memindahkannya ke bambu bambu yang lain,  kecuali bambu utama milik lawan. Saat batu terakhir berada di bambu pembantu lawan atau bambu pembantu pemain yang memainkan, sang pemain tetap mengambil batu di bambu tersebut dan memindahkannya ke bambu-bambu yang lain.  Permainan pindah ke pemain lawan ketika bambu terakhir jatuh  di bambu utama. Kegiatan tersebut dilakukan secara terus menerus sampai batu habis dalam bambu pembantu. Pemenang dalam permainan ini adalah pemain yang memperoleh batu paling banyak pada bambu utama.

Dalam pembelajaran, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar yang heterogen dan memungkinkan setiap siswa mendapat pasangan main dalam kelompok. Setiap peserta didik dalam kelompok diberi nomor yang  berbeda. Kemudian setiap peserta didik pada saat mengambil batu kossi harus menyebutkan satu ciri-ciri fisik dari salah satu teman dalam kelompoknya, misalnya  Ali has long hair atau Joni has pointed nose dan lain-lain.  Siswa yang isebutkan ciri fisiknya adalah siswa yang memiliki nomor yang sama dengan jumlah batu kossi yang diambil. Kegiatan tersebut dilakukan secara terus menerus sampai permainan selesai dan semua kelompok langsung bermain secara bersama-sama.

Setelah selesai permainan, perwakilan kelompok tampil ke depan untuk mempresentasikan beberapa kalimat yang dihasilkan selama permainan tersebut yang telah dicatat sebelumnya oleh yang ditunjuk dalam kelompok. Peserta yang lain diminta menanggapi dan mengoreksi kekurangan dan kesalahan dalam kosa kata, dan grammarnya. Guru juga menguatkan.

Sejak menggunakan media, siswa menjadi lebih percaya diri bertutur Bahasa Inggris walaupun masih seringkali salah. Siswa menjadi bersemangat  untuk bisa  menjelaskan ciri ciri fisik  seseorang di depan teman-temannya.(prioritaspendidikan.org)


sumber (http://siapbelajar.com/tingkatkan-kemampuan-speaking-siswa-dengan-permainan-rakyat/)

Posting oleh Desi Eri K 10 tahun yang lalu - Dibaca 26608 kali

 
Tag : #MBS #PeningkatanSpeakingSiswa #Peranguru #Metodepermainanrakyat

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Rabu, 19/08/2020 09:05:54
Implementasi MBS dalam Kegiatan Pembelajaran di Sekolah  

    DALAM dunia pendidikan ada istilah manajemen berbasis sekolah (MBS) yang merupakan terjemahan dari...

Senin, 10/08/2020 13:47:18
Manajemen Pendidikan Ikut Tentukan Mutu Sekolah

Peningkatan mutu lulusan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah, tetapi juga...

7 Pilar MBS
5. Manajemen Pembiayaan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen pembiayaan berbasis sekolah adalah pengaturan pembiayaan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan pembiayaan di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis sekolah. Standar...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78550 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75693 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 92196 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
13 tahun yang lalu - dibaca 101625 kali
Info MBS
Workshop Pengembangan Desain dan Struktur eLearning RC MBS, 25-27 Januari 2016, Sol Marina BSD - Tangerang
Workshop Pengembangan Desain dan...
10 tahun yang lalu - dibaca 35576 kali
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama Temukan Solusi  Atas Masalah Pendidikan
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama...
10 tahun yang lalu - dibaca 30756 kali
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP Berbasis Pendidikan Karakter
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP...
11 tahun yang lalu - dibaca 66551 kali
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan Kita
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan...
11 tahun yang lalu - dibaca 54958 kali
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan MBS
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan...
11 tahun yang lalu - dibaca 66492 kali
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua Bersinergi Wujudkan Lingkungan Anti Kekerasan Anak
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua...
11 tahun yang lalu - dibaca 47770 kali
Kota Probolinggo Siap Terapkan Good Governance
Kota Probolinggo Siap Terapkan Good...
11 tahun yang lalu - dibaca 65052 kali
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan...
11 tahun yang lalu - dibaca 78320 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.43 Mb - Loading : 3.67468 seconds