Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

PENGORGANISASIAN LAYANAN KHUSUS BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI PENUNJANG MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA PENDIDIKAN DASAR

Kamis, 19/12/2013 10:40:16

PENGORGANISASIAN LAYANAN KHUSUS BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI PENUNJANG MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA PENDIDIKAN DASAR

 

Oleh:

Ria Dwi Febriani

110131405780

 

Penyelenggaraan layanan bimbingan konseling di sekolah memerlukan langkah pengorganisasian. Pengorganisasian kegiatan bimbingan konseling merupakan bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja, dan pola atau mekanisme kerja dalam pelayanan bimbingan konseling.

Bimbingan dan konseling merupakan pelayanan bantuan untuk siswa dengan menciptakan kondisi yang kondusif agar individu dapat berkembang secara wajar, sesuai dengan kapasitas dan peluang yang dimilikinya, sehingga ia berguna untuk dirinya dan masyarakatnya baik secara perorangan maupun kelompok, serta mampu mandiri dan berkembang secara optimal, melalui bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karir, yang dilakukan dengan berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku (Neviyarni, 2009: 75-76).

Perlunya organisasi bimbingan dan konseling di sekolah yaitu sebagai bentuk pelayanan yang memberikan bantuan kepada individu di dalam sekolah untuk memahami pribadi dan kebutuhannya, serta pemahaman diri atas masalah yang sedang dihadapinya guna menentukan pemecahan permasalahan yang tepat.

Menurut Sukardi (1983: 22-23) organisasi bimbingan di sekolah perlu memperhatikan prinsip operasional untuk kelancaran pelaksanaan program, prinsip tersebut diantaranya: (1) program bimbingan harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar pelaksanaannya mampu mendukung pendidikan di sekolah, (2) program haruslah disusun sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatian pada peserta didik sebagai sasaran utama pelayanan, (3) penetapan petugas-petugas bimbingan haruslah disesuaikan kemampuan, dengan menganalisis pola kerja yang sesuai dalam menentukan personel pelaksana layanan ini, (4) program bimbingan hendaknya diorganisasikan secara sederhana yang melihat kemampuan dan kebutuhan sekolah dalam penyelenggaraan layanan ini, (5) perlu kerjasama antara petugas bimbingan di sekolah, dan di luar sekolah yang terkait dengan pro-gram bimbingan di sekolah, (6) organisasi harus dapat memberikan berbagai informasi yang penting bagi pelaksanaan program layanan bimbingan, (7) program bimbingan haruslah integral dengan keseluruhan program pendidikan di sekolah. Sesuai latar belakang serta prinsip yang melandasi keberadaan layanan bimbingan konseling, maka pegorganisasian perlu diperhatikan untuk mensuk-sesan penyelenggaraan bimbingan.

Penyelenggaraan bimbingan konseling menurut Hidayati (2011: 1) “terdapat pola yang dianut oleh masing-masing sekolah, maka pola manajemen BK ini terbagi menjadi dua bagian, yakni pola professional dan pola non professional”. Layanan bimbingan konseling profesional, dengan dibentuknya organisasi layanan bimbingan konseling secara mandiri yang terdapat personel pelaksana berkompetensi dibidangnya, seperti: koordinator dan konselor bimbingan konseling untuk mengatur dan mengelola pelayanan bimbingan konseling, dan bagi kepala sekolah sebagai penanggung jawab dan evaluator. Sedangkan untuk bimbingan konseling non profesional yaitu layanan yang diberikan tidak secara struktural dengan personel pelaksana tidak memiliki latar belakang kemampuan dalam bidang bimbingan konseling seperti guru kelas, wali kelas maupun kepala sekolah yang berperan langsung dalam memberikan layanan ini kepada peserta.

Latar belakang adanya bimbingan koenseling jika dikaitkan dengan Manajemen berbasis sekolah (MBS) yaitu sekolah memiliki kebebasan dalam pelaksanaan penyelenggeraan layanan ini. MBS sendiri merupakan paradigma baru dalam menajemen pendidikan yang memberikan otonimi luas pada sekolah untuk mengatur dan mengelola sekolah secara mandiri dengan dasar kebijakan pendidikan nasional serta perhatian pada karakteristik dan budaya sekolah dalam pegembangannya. Meskipun pengelolaan manjemen pada sekolah dilaksanakan secara mandiri, akan tetapi layanan bimbingan konseling perlu diselenggarakan bagi sekolah yang menyatakan menerapkan MBS. Mengenai pola kerja yang digunakan bergantung pada kebutuhan dan kemampuan dari sekolah, mengingat khususnya pada tingkat pendidikan sekolah dasar yang memiliki cakupan lebih sedehana untuk memberikan layanan khusus ini. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menyebutkan mengenai layanan konseling menjadi salah satunya ruang lingkup manajemen peserta didik. Ruang lingkup manajemen peserta didik tersebut memerlukan layanan khusus sebagai penunjang pelaksanaan manajemen berbasis sekolah merupakan satu diantara ke tuju pilar penyelenggaraan MBS-SD. Sehingga layanan bimbingan konseling sangat diperlukan karena peserta didik dipandang sebagai substansi inti yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan pendidikan.

 

Daftar Rujukan

Hidayati, R. T. 2011. BK: Manajemen Pelayanan Bimbingan dan Konseling, (Online), (http://materikuliah-pai.blogspot.com/2011/03/bk-manajemen-pelayanan-bimbingan-dan.html), diakses 8 September 2013.

Neviyarni. 2009. Pelayanan Bimbingan dan Konseling: Berorientasi Khalifah Fil Ardh. Bandung: Alfabeta.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sukardi, D.K. 1983. Seri Bimbingan: Organisasi Administrasi Bimbingan Konseling di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.

 

           

Lampiran
Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007.pdf [download]

Posting oleh Ria Dwi Febriani 57 tahun yang lalu - Dibaca kali

 
Tag : #mbs #layanan khusus #bimbingan konseling #pendidikan dasar

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 15/02/2021 15:16:57
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Abstract: Students are currently experiencing a character crisis which is concerning. Cultivating the character value...

Rabu, 03/02/2021 08:59:00
PENINGKATAN PARTISIPASI ORANGTUA PESERTA DIDIK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Abstract: This study aims to describe (1) the Go Application management process. (2) parental understanding in using...

7 Pilar MBS
MBS portal
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen peserta didik berbasis sekolah adalah pengaturan peserta didik yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan peserta didik di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah   A n s a r Universitas Negeri Gorontalo   Abstrac: School Based Management (SBM) is a gift of freedom (autonomy) to the school to take care of everything related to the operation of the school in order to achieve goals...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas Awal
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas...
11 tahun yang lalu - dibaca 129063 kali
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
13 tahun yang lalu - dibaca 99721 kali
Panduan Advokasi dan Lokakarya Penyusunan Rencana Kegiatan, Anggaran, Supervisi dan Monitoring Program MBS
Panduan Advokasi dan Lokakarya...
13 tahun yang lalu - dibaca 69402 kali
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah dan Masyarakat
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah...
13 tahun yang lalu - dibaca 55230 kali
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
11 tahun yang lalu - dibaca 100796 kali
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
11 tahun yang lalu - dibaca 105593 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
13 tahun yang lalu - dibaca 88384 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
13 tahun yang lalu - dibaca 106791 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
6 tahun yang lalu - dibaca 46292 kali
Mendikbud Tetapkan Empat Pokok...
7 tahun yang lalu - dibaca 54401 kali
PPDB 2019 SMP Sistem Zonasi, Nilai USBN...
7 tahun yang lalu - dibaca 64156 kali
Penghapusan Ujian Nasional Tak Otomatis...
7 tahun yang lalu - dibaca 46125 kali
Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas...
7 tahun yang lalu - dibaca 64808 kali
APBN 2019, Anggaran Pendidikan Rp 492 Triliun, Terbesar untuk Agama
APBN 2019, Anggaran Pendidikan Rp 492...
8 tahun yang lalu - dibaca 43338 kali
Asah Bakat Sejak Dini, Anak Tumbuh Jadi Remaja Hebat
Asah Bakat Sejak Dini, Anak Tumbuh Jadi...
8 tahun yang lalu - dibaca 40248 kali
"Bersiaplah... Pendaftaran SNMPTN...
9 tahun yang lalu - dibaca 127533 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 2.18446 seconds