PELAKSANAAN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH KELAS INKLUSI BERBASIS SEKOLAH

PELAKSANAAN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH KELAS INKLUSI BERBASIS SEKOLAH
Luluk Kusniati
110131405782/AP 2011 Off A
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah model penyelenggaraan sekolah yang kewenangannya diberikan seluas-luasnya kepada pihak sekolah untuk mengelola berbagai sumber daya pendidikan dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai lingkungan pendukung. Melalui MBS diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam peningkatan mutu pendidikan. Kebijakan ini sebagai solusi alternatif dari sistem manajemen terpusat yang dianggap kurang kondusif dalam melibatkan peran serta masyarakat, selain itu MBS juga merupakan upaya demokratisasi dan penghormatan terhadap budaya lokal.
Sekolah inklusi merupakan sekolah reguler (biasa) yang menerima anak berkebutuhan khusus dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Dalam kaitannya dengan praktek pendidikan, pendidikan inklusif dipandang telah berhasil meningkatkan mutu sekolah dan pendidikan kebutuhan khusus. Melalaui pendidikan inklusi, anak berkelainan dididik bersama dengan anak-anak normal untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa di dalam masyarakat terdapat anak normal dan anak berkelainan yang tidak dapat dipisahkan sebagai suatu komunitas. Sehingga anak berkebutuhan khusus perlu diberikan kesempatan dan peluang yang sama dengan anak normal untuk mendapatkan pelayanan pendidikan di sekolah terdekat yang tentu harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.
Menurut Anupam Ahuya (2003), tugas dan kewajiban sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi adalah:
- Mengubah sikap siswa, guru, orang tua dan masyarakat
- Menjamin semua siswa mempunyai akses terhadap pendidikan dan mengikutinya secara rutin
- Menjamin semua siswa diberi kurikulum penuh yang relevan dan menantang
- Membuat rencana kelas untuk seluruhnya
- Menjamin dukungan dan bantuan yang tersedia (teman sebaya, guru, spesialis, orang tua dan masyarakat)
- Menjamin semua siswa menyelesaikan sekolah dan mereka yang putus sekolah diberikan kesempatan untuk meneruskan sekolah.
- Memperbaiki pencapaian dan kesuksesan semua siswa pada semua level
- Menjamin pelatihan aktif berbsis sekolah
- Menggunakan metode yang pleksibel dan mengubah kelompok belajar
- Menjamin terlaknanya pembelajaran yang aktif
- Menjamin adanya skspektasi yang tinggi bagi semua siswa
Sekolah inklusif harus didasari oleh keyakinan bahwa semua anak dapat belajar, dan semua anak berbeda satu sama lain. Perbedaan yang terjadi harus dihargai, dengan demikian dalam pembelajaran dilaksanakan melalui kerjasama guru, orang tua dan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada kelas inklusi berbasis sekolah adalah sebagai berikut:
- Berkomunikasi dengan siswa
- Melakukan appersepsi;
- Menjelaskan tujuan mengajar;
- Menjelaskkan isi/materi pelajaran;
- Mengklarifikasi penjelasan apabila siswa salah mengerti atau belum paham;
- Menanggapi respon atau pertanyaan siswa;
- Menutup pelajaran (misalnya merangkum, meringkas, menyimpulkan, dan sebagainya).
- Mengimplementasikan Metode, Sumber Belajar, dan Bahan Latihan yang sesuai dengan tujuan Pembelajaran
- Menggunakan metode mengajar yang bervariasi (misalnya ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, dan sebagainya);
- Menggunakan berbagai sumber belajar (misalnya globe, foto, benda asli, benda tiruan, lingkungan alam, dan sebagainya);
- Memberikan tugas/latihan dengan memperhatikan perbedaan individual;
- Menggunakan ekspresi lisan dan/atau penjelasan tertulis yang dapat mempermudah siswa untuk memahami materi yang diajarkan.
- Mendorong siswa untuk terlibat secara aktif
- Memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif (misalnya dengan mengajukan pertanyaan, memberi tugas tertentu, mengadakan percobaan, berdiskudsi secara berpasangan atau dalam kelompok kecil, belajar berkooperatif).
- Memberi penguatan kepada siswa agar terus terlibat secara aktif;
- Memberikan pengayaan (tugas-tugas tambahan) kepada siswa yang pandai;
- Memberikan latihan-latihan khusus (remidi) bagi siswa yang dianggap memerlukan
- Mendemontrasikan penguasaan materi dan relevansinya dalam kehidupan
- Mendemontrasikan penguasaan materi pelajaran secara meyakinkan (tidak ragu-ragu); dengan menggunakan media yang sesuai.
- Menjelaskan relevansinya materi pelajaran yang sedang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari
- Mengelola waktu, ruang, bahan, dan perlengkapan pengajaran
- Menggunakan waktu pengajaran secara efektif sesuai dengan yang direncanakan;
- Mengelola ruang kelas sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran;
- Menggunakan bahan pengajaran (misalnya bahan praktikum) Secara efesien;
- Menggunakan perlengkapan pengajaran (misalnya peralatan percobaan) secara efektif dan efesien.
- Mengelola Pembelajaran Kelompok yang Kooperatif Pembelajaran yang efektif berarti mengkombinasikan berbagai pendekatan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menjadikan kelas lebih hidup, penuh tantangan dan menyenangkan. Berbagai pendekatan dalam kelompok:
- Pembelajaran langsung pada seluruh kelas Pendekatan ini cocok untuk memperkenalkan berbagai topik. Guru menyiapkan beberapa pertanyaan untuk dijawab peserta didik sesuai dengan kemampuannya. Guru dapat menggunakan kelas untuk bercerita atau menunjukkan karya mereka seperti membuat puisi, lagu, bercerita atau membuat permainan secara bersama-sama. Guru harus berupaya menciptakan strategi pembelajaran dengan materi yang sesuai yang dapat mengakomodasi semua keragaman.
- Pembelajaran Individual Pembelajaran individual diberikan pada peserta didik tertentu untuk membantu mereka menyelesaikan masalahnya seperti pada peserta didik berbakat dengan mendorong mereka memberikan tugas yang lebih menantang.
- Pembelajaran untuk kelompok kecil Guru membagi peserta didik dalam kelompok kecil dengan menggunakan strategi yang efektif yang dapat memenuhi semua kebutuhan peserta didik. Guru dapat mendorong peserta didik agar dapat bekerja lebih kooperatif.Pembelajaran yang kooperatif dapat membantu peserta didik meningkatkan pemahaman dan rasa senang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri, terhadap kelompoknya, dan terhadap pekerjaannya.
- Melakukan evaluasi
- Melakukan penilaian selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung (baik secara lisan, tertulis, maupun pengamatan);
- Mengadakan tindak lanjut hasil penilaian. Tindak lanjut diselenggarakan untuk jalan keluar agar kompetensi yang ditargetkan tercapai.
Kaitannya dengan keberhasilan manajemen Sekolah menurut Siagian (1997 : 2) Kemampuan dan kemahiran seorang pejabat pimpinan pengambil keputusan yang rasional, logis, realstik dan prgmatis merupakan salah satu tolok ukur utama dalam mengukur keberhasilan. Adanya MBS dalam pelaksanaan kelas inklusi dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan pendidikan inklusif. Melihat kondisi dan sistem pendidikan, model pendidika inklusi berbasis sekolah yang lebih sesuai adalah model yang mengasumsikan bahwa inklusi sama dengnan mainstreaming. Penempatan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi dapat dilakukan dengan berbagai model, yakni:
- Kelas reguler (inklusi penuh)
Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal sepanjang hari di kelas reguler dengan menggunakan kurikulum yang sama.
- Kelas reguler dengan cluster
Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal di kelas reguler dalam kelompok khusus.
- Kelas reguler dengan pull out
Ana berkbutuhan khusus belajar ersama anak normal di kelas reguler namun dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber belajar dengan guru pembimbing khusus.
- Kelas reguler denga cluster dan pull out
Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal di kelas reguler dalam kelompok khusus, dan dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber belajar dengan guru pembimbing khusus.
- Kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian
Anak berkebutuhan khusus belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler, namun dalam bidang-bidang tertentu dapat belajar bersama anak normal di kelas reguler.
- Kelas khusus penuh
Anak berkebutuhan khusus belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler.
Pada setiap sekolah inklusi berbasis sekolah, pihak sekolah dapat memilih model mana yang akan diterapkan, yang tentu saja disesuaikan dengan kondisi ataupun budaya yang ada di sekolah tersebut.
KESIMPULAN
Dalam pelaksanaan layanan khusus sekolah kelas inklusi berbasis sekolah, diperlukan adanya pemberian kewenangannya yang seluas-luasnya kepada pihak sekolah untuk mengelola berbagai sumber daya pendidikan dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai lingkungan pendukung. Sistem layanan pendidikan juga disesuaikan dengan kebutuhan melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Bentuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada kelas inklusi berbasis sekolah antara lain adalah: (1) Berkomunikasi dengan siswa; (2) Mengimplementasikan Metode, Sumber Belajar, dan Bahan Latihan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran; (3) Mendorong siswa untuk terlibat secara aktif; (4) Mendemontrasikan penguasaan materi dan relevansinya dalam kehidupan; (5) Mengelola waktu, ruang, bahan, dan perlengkapan pengajaran; (6) Mengelola Pembelajaran Kelompok yang Kooperatif; (7) Melakukan evaluasi. Sedangkan penempatan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi dapat dilakukan dengan berbagai model, yakni: (1) Kelas reguler (inklusi penuh; (2) Kelas reguler dengan cluster; (3) Kelas reguler dengan pull out; (4) Kelas reguler denga cluster dan pull out; (5) Kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian; (6) Kelas khusus penuh.
DAFTAR RUJUKAN
Berpikir Realistik. 2010. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran pada Kelas Inklusi. (online). (http://kebebasanpendidikan.blogspot.com/2010/05/pelaksanaan-kegiatan-pembelajaran-pada.html), diakses 17 Desember 2013.
Siagian, (1997) Teori dan Praktik Pengabilan Keputusan, Jakarta : CV Haji Masagung.
- Pelaksanaan Pendidikan Inklusif di SD Negeri 03 Alai Padang Utara Kota Padang. (online). (http://pendidikankhusus.blogspot.com/2009/05/pelaksanaan-pendidikan-inklusif-di-sd.html), diakses 17 Desember 2013.
................., (2003) Pendidikan Inklusif di Sumatera Barat, Padang: Depdiknas Prop Sumbar.
Posting oleh Luluk Kusniati 12 tahun yang lalu - Dibaca 66917 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19
JawaPos.com – Pemerintah terus menggulirkan kehidupan new normal di tengah wabah Covid-19 yang belum hilang....
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK
Abstract: This research was conducted in the Yogyakarta Kindergartens State Kindergarten which aims to find out,...
