Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

PERENCANAAN PROGRAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OSIS DALAM RANGKA OPTIMALISASI PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DAN SIKAP SISWA

Kamis, 19/12/2013 09:53:06

PERENCANAAN PROGRAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OSIS DALAM  RANGKA OPTIMALISASI PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DAN SIKAP SISWA

 Siti Aisyah

heasyavaresya@yahoo.co.id

 

Peserta didik merupakan masukan kasar (raw input) yang diolah sedmikian rupa dalam proses pengajaran dan pembelajaran di sekolah menjadi produk manusia dengan karakteristik yang diharapkan sebagaimana dalam tujuan pendidikan nasional.

Lembaga penyelenggara pendidikan yaitu sekolah merupakan suatu organisasi yang dipercaya oleh masyarakat dan pemerintah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui proses melalui berbagai program kegiatan yang ada di dalamnya.

Potensi peserta didik  dikembangkan melalui proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tolak ukur keberhasilannya melalui sistem evaluasi pendidikan sekolah yang tidak hanya cukup dicapai melui penilalian secara kognitif dengan skala nilai melalui kegiatan transfer pengetahuan, namun ada sisi lain dari potensi peserta didik yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembentukan dan pengembangannya yaitu keperibadian dan sikap siswa. Pembentukan kepribadian dan sikap memerlukan wadah yang dapat diwujudkan melalui kegiatan di luar pembelajaran kelas yaitu kegitan ekstrakurikuler sekolah.

Kegiatan ekstrakurikuler sekolah mempunyai banyak jenis/ beraneka ragam yang salah satunya adalah kegiatan ekstrakurikuler sekolah Organisasi Siwa Intra Sekolah (OSIS). Organisasi siswa dapat menyediakan suatu program kegiatan yang dapat mengarhkan siswa pada pembelajaran hidup berorganisasi seperti halnya, Pramuka, PMR, kelompk pecinta alam merupakan jenis organisasi yang dapat lebih diefektifkan fungsinya sebagai wahana pembelajaran nilai dalam berorganisasi.

Program kegiatan yang dapat dihadirkan atau diwadahi melalui OSIS perlu direncanakan dengan baik berdasarkan kebutuhan siswa supaya adanya OSIS di sekolah dapat berfungsi secara optimal, dan yang bertanggung jawab atas proses pengeloalaan OSIS adalah WAKA Kesiswaan dan para pengurus OSIS yang telah terpilih.

Pada proses perencanaan untuk mewujudkan dan menghasilkan suatu program kegiatan harus berdasarkan pada tujuan yang jelas untuk setiap jenis program kegiatan yang direncanakan dan juga sejalan dengan visi sekolah yang ditetapkan. Melalui penetapan tujuan dan jenis kegiatan, serta para peserta didik sebagai sasaran yang ditetapkan, perencanaan hendaknya menetapkan strategi pelaksanaan kegiatan. Dengan struktur organisasi sekolah yang ada rencana strategi pelaksanaan hendaknya menjelaskan siapa yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan program kegiatan ataupun terhadap jenis kegiatan tertentu yang akan dilaksanakan. Perencanaan startegis mencakup, perencanaan waktu, tempat, fasilitas/ sumber/ bahan, jaringan/ tenaga lainnya Serta besarnya lokasi dan sumber biaya.

Analisis kebutuhan dalam proses perencanaan suatu program kegiatan OSIS sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, minat dan potensi siswa, sekolah sebaiknya melakukan penelususran atas potensi, bakat, minat, motivasi dan kemampuan siswa sebagaimana dipertimbangkan adanya quota atas peserta untuk setiap jenis kegiatan yang direncanakan. 

Prosedur  perencanaan dalam pemmbuatan program kegiatan OSIS dibawah tanggung jawab kepala sekolah WAKA Kesiswaan dan para pengurus, para pengurus OSIS yang telah terpilih pada masing-masing bidang kegiatan mengajukan program kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan dan melalui aspirasi para siswa yang diperoleh melalui penyebaran angket sebelum program kegiatan ditentukan oleh para pengurus dari masing-masing bidang kegiatan, setelah program kegiatan ditetapkan oleh para pengurus osis selanjutnya program kegiatan dari masing-masing bidang tersebut akan dibahas bersama para pengurus OSIS, WAKA keiswaan dan Kepala Sekolah, masin-masing bidang mempresentasikan program kegiatan yang telah direncanakan dan dibahas bersama untuk menentukan apakah program kegiatan tersebut diputuskan untuk ditetapkan sebagai program kegiatan OSIS atau sebaliknya.

Kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pembinaan siswa di luar kurikulum sekolah mempunyai banyak bidang kegiatan antara lain: Kesenian: drama, tari, drumband, karawitan, baca puisi, seni music, seni suara, dll, Olahraga: bela diri, bola voli, sepak bola, basket, renang, kasti, dll, Keagamaan: dakwah, qoria’ah, hadrah, baca Al-qur’an, zakat pengajian, dll, Pengembangan bakat: mengarang, penelitian, dll, Sosial: bakti sosial, kunjungan ke pendok pesantren atau panti asuhan, penggalangan dana dan bantuan, dll, Pengambangan keterampilan, las, bengkel mobil, menyulam, menjahit, kerajinan, dll.

Semua program kegiatan di atas secara umum mempunyai tujuan sebagai pembinaan siswa yang meliputi pembentukan sikap, pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan ekstrakurikuler OSIS sehingga bakat minat para siswa dapat terwadahi secara optimal dalam rangka optimalisasi pembentukan kepribadian dan sikap siswa sebagai lulusan dari lembaga penyelenggara pendidikan yaitu sekolah.

 

Posting oleh Siti Aisyah 12 tahun yang lalu - Dibaca 33577 kali

 
Tag : #7 pilar

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 02/11/2020 09:59:04
Seperti Ini Peran Orangtua Dampingi BDR Saat Pandemi

Sejak Maret 2020, sebagian besar siswa di Indonesia mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) atau belajar dari rumah...

Jum'at, 23/10/2020 17:22:51
Mengembangkan Kompetensi Kepala Sekolah di Masa Pandemi

Tidak hanya Belajar dari Rumah (BDR), kepala sekolah itu penuh tantangan dan peluang untuk mengembangkan kompetensinya....

7 Pilar MBS
MBS portal
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN SEBAGAI INDIKATOR MUTU LAYANAN MANAJEMEN SEKOLAH
Teguh Triwiyanto. Layanan yang diberikan institusi pendidikan atau sering disebut dengan layanan manajemen sekolah belakangan ini menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah, orang tua peserta didik, pemakai jasa pendidikan, dan masyarakat. Pemerintah melalui kebijakan-kebijakannya berusaha...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78435 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75586 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 92077 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101464 kali
Info MBS
Cerita Pelajar SMA Saat Ajari Anak SD...
9 tahun yang lalu - dibaca 38848 kali
Mendikbud: Tanamkan Kejujuran sejak SD
Mendikbud: Tanamkan Kejujuran sejak SD
9 tahun yang lalu - dibaca 49459 kali
Dua Siswa Indonesia Raih Medali di Rusia
Dua Siswa Indonesia Raih Medali di Rusia
9 tahun yang lalu - dibaca 52619 kali
Menristek Dikti Minta Perguruan Tinggi Punya Tata Kelola yang Baik
Menristek Dikti Minta Perguruan Tinggi...
9 tahun yang lalu - dibaca 46414 kali
Lembaga Pendidik Calon Guru Berbenah
Lembaga Pendidik Calon Guru Berbenah
9 tahun yang lalu - dibaca 59264 kali
Guru Honorer Dibutuhkan
Guru Honorer Dibutuhkan
9 tahun yang lalu - dibaca 56657 kali
Wisudha Karya, Satu dari Tiga SMK Maritim Bersertifikat Internasional
Wisudha Karya, Satu dari Tiga SMK...
9 tahun yang lalu - dibaca 49937 kali
Pilihan Orang Tua Tergantung
Pilihan Orang Tua Tergantung "Brand"...
9 tahun yang lalu - dibaca 58062 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.47 Mb - Loading : 2.98687 seconds