Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal

Rabu, 11/10/2017 12:18:29

18perbatasan.jpg


MASALAH kualitas pendidikan di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Indonesia menjadi bahan wajib diskusi untuk pegiat dunia pendidikan. Sebab, pemerataan pendidikan masih menjadi agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pemerintah menetapkan jumlah daerah tertinggal setiap lima tahun sekali. Pada 2015, tercatat ada 122 kabupaten tertinggal dan 43 kabupaten terdepan dan terluar.

Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 menyebutkan, kriteria daerah tertinggal yang terdiri dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah.

Nah, pertumbuhan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci melepas status tertinggal suatu daerah itu sendiri.

Untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia, tentu perlu memperbaiki kualitas pendidikannya. Bicara mengenai kualitas pendidikan, sejatinya Indonesia bisa kembali ke sistem pendidikan di luar jalur pendidikan formal.

Hal itu merujuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa "Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling memperkaya dan melengkapi".

Mereka yang tidak bisa mendapatkan pendidikan formal sebenarnya bisa mengambil alternatif pendidikan nonformal atau informal.

Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang seperti kursus dan pelatihan.

Adapun pendidikan informal adalah jalur pendidikan lingkungan dan keluarga. Pendidikan ini bisa kita temui lewat sekolah rumah (homeschooling) atau juga Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

Pendidikan formal dan informal memang berbeda. Salah satunya, pendidikan formal mengenal ujian nasional (UN), sedangkan peserta didik pendidikan informal mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).

UNPK ini istimewa karena ijazahnya dapat digunakan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Misalnya ketika seseorang memutuskan ikut pendidikan informal di tingkat SD, lalu ingin merasakan jenjang pendidikan formal pada SMP, maka bisa mendaftar ke SMP negeri atau swasta dengan ijazah kejar paket A (setara SD).


sumber (http://edukasi.kompas.com/read/2017/10/10/17374411/pendidikan-informal-untuk-penguatan-pembelajaran-di-daerah-tertinggal)

Posting oleh Desi Eri K 9 tahun yang lalu - Dibaca 54182 kali

 
Tag : #MBS #PSM #peranpemerintah #pendidikanperbatasan

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Rabu, 19/08/2020 09:05:54
Implementasi MBS dalam Kegiatan Pembelajaran di Sekolah  

    DALAM dunia pendidikan ada istilah manajemen berbasis sekolah (MBS) yang merupakan terjemahan dari...

Senin, 10/08/2020 13:47:18
Manajemen Pendidikan Ikut Tentukan Mutu Sekolah

Peningkatan mutu lulusan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah, tetapi juga...

7 Pilar MBS
5. Manajemen Pembiayaan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen pembiayaan berbasis sekolah adalah pengaturan pembiayaan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan pembiayaan di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis sekolah. Standar...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78356 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75523 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91980 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101356 kali
Info MBS
Workshop Pengembangan Desain dan Struktur eLearning RC MBS, 25-27 Januari 2016, Sol Marina BSD - Tangerang
Workshop Pengembangan Desain dan...
10 tahun yang lalu - dibaca 35422 kali
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama Temukan Solusi  Atas Masalah Pendidikan
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama...
10 tahun yang lalu - dibaca 30586 kali
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP Berbasis Pendidikan Karakter
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP...
10 tahun yang lalu - dibaca 66389 kali
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan Kita
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan...
11 tahun yang lalu - dibaca 54831 kali
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan MBS
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan...
11 tahun yang lalu - dibaca 66299 kali
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua Bersinergi Wujudkan Lingkungan Anti Kekerasan Anak
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua...
11 tahun yang lalu - dibaca 47623 kali
Kota Probolinggo Siap Terapkan Good Governance
Kota Probolinggo Siap Terapkan Good...
11 tahun yang lalu - dibaca 64845 kali
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan...
11 tahun yang lalu - dibaca 78210 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.44 Mb - Loading : 2.41756 seconds