Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Sekolah Berasrama Asa bagi Anak Perbatasan

Selasa, 03/10/2017 09:51:15

03sekolah asrama.JPG


Setiap pagi, para orangtua yang tinggal di wilayah Jabodetabek sibuk mengantar anak-anak ke sekolah dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Meskipun letak sekolah tak jauh, namun perjalanan bisa memakan waktu. Macet bagaikan menu harian yang mesti ditelan orangtua dan anak-anak di kota-kota besar.

Berbeda dengan anak-anak di Jakarta dan kawasan penyangganya, puluhan siswa SMK Negeri 1 Seimenggaris di Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara mesti menempuh jalan puluhan kilometer menuju sekolah.

Tak sedikit anak yang mesti bangun sebelum ayam jantan berkokok. Salah satu siswa SMK Negeri 1 Seimenggaris, Agus (18), tinggal 12 kilometer dari sekolahnya.

Setiap hari, siswa kelas 12 jurus otomotif itu mesti bangun pukul 03.00 Wita agar tak terlambat mengikuti pelajaran.

Untuk mencapai sekolah, ia mengendarai motor dari Desa Tabur Lestari, tempat orang tuanya tinggal, melalui jalan milik perusahan sawit.

Jalan tanah yang ditempuh menjadi sangat licin saat hujan. Sesekali, ia mesti berhenti sejenak karena seekor ular kobra melintasi jalan.

Pulang sekolah, ia mesti menempuh panjang perjalanan yang sama dan tiba di rumah sekira pukul 19.00 Wita. Tak ada alasan untuk tak pulang karena ia mesti menjaga ibunya yang sakit kanker payudara. Hampir tiga tahun ia berjuang menempuh jalan panjang dan licin agar tamat sekolah.

Agus merupakan satu dari 162 siswa yang menuntut ilmu di SMKN 1 Seimenggars. Lebih dari separuh pelajar di sekolah itu merupakan anak-anak TKI yang bekerja di Malaysia.

Perjuangan Agus menuju sekolah tak harus dialami anak-anak Nunukan lainnya di masa depan. Sebab, pemerintah berupaya keras untuk mewujudkan pemerataan pendidikan. Salah satunya melalui program Sekolah Garis Depan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, Sekolah Garis Depan dan Guru Garis Depan merupakan program prioritas di Kemendikbud. Kedua program itu, kata dia, diselenggarakan di daerah khusus, yakni daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Sekolah Garis Depan merupakan perwujudan Nawacita ke-3 dengan pembangunan sekolah di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal serta daerah yang terdepan dari segi ekonomi,” katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di kantor Kementerian Kominfo, awal Agustus lalu.
 
Pada 2016, pemerintah telah membangun 114 SGD di 49 kabupaten/kota. Pembangunan itu terdiri atas 11 unit sekolah baru, yang terdiri atas 7 SMA, 2 SMK, 2 SLB. Selain itu, pemerintah melakukan revitalisasi dan 103 sekolah, yakni 27 SD, 30 SMP, 25 SMA, 18 SMK, dan 3 SLB.

Menurut dia, penentuan daerah yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal berdasarkan data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan tentu saja atas usulan pemerintah daerah.

Sekolah satu atap dan berasrama menjadi salah satu model sekolah yang akan dikembangkan Kemendikbud di daerah tertinggal.

Muhadjir Effendy mengatakan, pembangunan sekolah satu atap dan sekolah berasrama tersebut akan dimulai di wilayah timur Indonesia seperti Papua dan Maluku. Pembanguna sekolah satu atap dan berasrama akan menjadi solusi bagi siswa yang tinggal jauh dari pusat pendidikan.

Siswa yang tinggal di di Papua, NTT, dan Maluku tak setiap hari bisa ke sekolah. Ada kalanya, para pelajar tak masuk sekolah hingga dua bulan karena tak dapat menempuh lautan saat musim gelombang. Ombak pada saat itu bisa mencapai 4 hingga 6 meter.


sumber (http://edukasi.kompas.com/read/2017/09/30/17254751/sekolah-berasrama-asa-bagi-anak-perbatasan)

 

Perahu Anugrah khusus digunakan antar jemput anak sekolah SDN 02 Pantai Bahagia, di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/8/2017).
Perahu Anugrah khusus digunakan antar jemput anak sekolah SDN 02 Pantai Bahagia, di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/8/2017).(KOMPAS.COM/Anggita Muslimah)

 

Untuk itu, ia melanjutkan, Kemendikbud tengah merumuskan kebijakan untuk bisa menerapkan sekolah satu atap dan berasrama di daerah 3T.

Sekolah satu atap dan berasrama nantinya tidak menggunakan bangunan sekolah yang sudah ada. Pemerintah berencana mendirikan bangunan baru yang dilengkapi fasilitas yang berfungsi sebagai asrama.

Posting oleh Desi Eri K 9 tahun yang lalu - Dibaca 55521 kali

 
Tag : #MBS #PSM #peranpemerintah #pendidikanperbatasan

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 22/06/2020 21:57:41
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa di tengah pandemi Covid-19 tengah...

Senin, 15/06/2020 09:57:35
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan Berarti KBM Tatap Muka

Jakarta -  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan dimulainya tahun ajaran baru bukan...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78347 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75515 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91957 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101344 kali
Info MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
13 tahun yang lalu - dibaca 87837 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
13 tahun yang lalu - dibaca 106173 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104474 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92875 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55059 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61702 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90403 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65311 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 2.37065 seconds