Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Minat Baca Anak Rendah, Perlu Terobosan Baru?

Senin, 10/07/2017 10:10:26

24611911239.jpg


KOMPAS.com – Minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, masih sangat rendah. Data dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan, persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca.

Menurut Pendiri Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia, Trini Hayati, salah satu penyebab rendahnya minat baca anak adalah kesulitan akses untuk mendapatkan buku. Semangat baca yang tinggi pun menjadi tidak berarti tanpa adanya buku yang bisa dibaca.

“Rasa tertarik ada tapi untuk mendapatkan akses buku susah. Jadi,minat baca anak kurang,” ujar Trini, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (11/5/2017).

Sebagian besar masyarakat Indonesia kesulitan mengakses buku. Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), contohnya. Masih sedikitnya jumlah perpustakaan dan koleksi buku di wilayah NTT tak bisa dipungkiri ikut membatasi tumbuhnya minat baca.

Pegiat literasi asal Manggarai Barat, NTT, Wilfridus Babun, mengungkapkan perpustakaan di desanya hanya memiliki 50 buku. Mereka juga sangat kekurangan buku anak-anak.

“Kebanyakan ada buku-buku SMA dan dewasa. Padahal anak-anaklah yang paling sering datang,” kata Wilfridus, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (2/5/2017).

Minat baca karena terbiasa

Selain kesulitan akses memperoleh buku anak-anak, tidak adanya penanaman kebiasaan membaca sejak dini menjadi penyebab rendahnya minat baca anak. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Yayuk Basuki.

Orang tua perlu menyediakan waktu khusus untuk membacakan buku dan menemani anak untuk membaca. “Karena itu, orangtua harus menjadi contoh dan kontrol yang baik bagi anak,” ujarnya, seperti dikutip Kompas.com, Senin (25/5/2015).

Pendapat serupa juga disuarakan oleh penggagas tabloid anak Berani, Witdarmono. Orangtua, sebagai guru pertama bagi anak, memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca.

 

Ilustrasi orang tua membantu anak membaca(Thinkstock)

“Di lingkungan keluarga, budaya membaca harus diajarkan sejak dini. (Sebab) membaca dapat menumbuhkan kejujuran anak dan membuat mereka memegang nilai-nilai positif,” ucap Witdarmono, seperti dikutip Kompas.com pada Kamis (19/5/2016).

 

Dia melanjutkan, anak-anak akan fokus belajar membaca ketika mendengar suara orangtuanya. Dengan mendengar suara ibu atau ayah, anak akan merasa tenang sehingga mampu berkosentrasimembaca buku.

Karena itu, membacakan buku cerita yang sesuai dengan usia dan ketertarikan anak bisa menjadi cara jitu dalam menumbuhkan minat baca mereka. Dengan tumbuhnya semangat membaca, diharapkan jendela pengetahuan dan inspirasi anak pun akan terbuka lebar.

Mengingat pentingnya membaca bagi anak tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan khusus terkait gerakan literasi masyarakat. Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menerbitkan kebijakan pengiriman buku ke seluruh penjuru tanah air secara gratis melalui PT Pos Indonesia pada tanggal 17 setiap bulannya. Pada hari itu, semua masyarakat dapat turut menyumbangkan bukunya.

sumber (http://edukasi.kompas.com/read/2017/06/22/17223781/minat.baca.anak.rendah.perlu.terobosan.baru.)

 

Posting oleh Desi Eri K 9 tahun yang lalu - Dibaca 35834 kali

 
Tag : #MBS #PSM #gerakanliterasi #marimembaca

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 02/11/2020 09:59:04
Seperti Ini Peran Orangtua Dampingi BDR Saat Pandemi

Sejak Maret 2020, sebagian besar siswa di Indonesia mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) atau belajar dari rumah...

Jum'at, 23/10/2020 17:22:51
Mengembangkan Kompetensi Kepala Sekolah di Masa Pandemi

Tidak hanya Belajar dari Rumah (BDR), kepala sekolah itu penuh tantangan dan peluang untuk mengembangkan kompetensinya....

7 Pilar MBS
MBS portal
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN SEBAGAI INDIKATOR MUTU LAYANAN MANAJEMEN SEKOLAH
Teguh Triwiyanto. Layanan yang diberikan institusi pendidikan atau sering disebut dengan layanan manajemen sekolah belakangan ini menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah, orang tua peserta didik, pemakai jasa pendidikan, dan masyarakat. Pemerintah melalui kebijakan-kebijakannya berusaha...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78894 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75948 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 92467 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
13 tahun yang lalu - dibaca 101992 kali
Info MBS
Cerita Pelajar SMA Saat Ajari Anak SD...
9 tahun yang lalu - dibaca 39185 kali
Mendikbud: Tanamkan Kejujuran sejak SD
Mendikbud: Tanamkan Kejujuran sejak SD
9 tahun yang lalu - dibaca 49868 kali
Dua Siswa Indonesia Raih Medali di Rusia
Dua Siswa Indonesia Raih Medali di Rusia
9 tahun yang lalu - dibaca 52981 kali
Menristek Dikti Minta Perguruan Tinggi Punya Tata Kelola yang Baik
Menristek Dikti Minta Perguruan Tinggi...
9 tahun yang lalu - dibaca 46765 kali
Lembaga Pendidik Calon Guru Berbenah
Lembaga Pendidik Calon Guru Berbenah
9 tahun yang lalu - dibaca 59631 kali
Guru Honorer Dibutuhkan
Guru Honorer Dibutuhkan
9 tahun yang lalu - dibaca 57079 kali
Wisudha Karya, Satu dari Tiga SMK Maritim Bersertifikat Internasional
Wisudha Karya, Satu dari Tiga SMK...
9 tahun yang lalu - dibaca 50386 kali
Pilihan Orang Tua Tergantung
Pilihan Orang Tua Tergantung "Brand"...
9 tahun yang lalu - dibaca 58434 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.48 Mb - Loading : 1.68832 seconds