Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Ini Dia Pak Khasbi, Dari Pelosok yang Menjadi Guru Berprestasi Se-Jateng

Jum'at, 26/08/2016 10:08:06
PURBALINGGA - ‘Tidak tahu belajarlah, tidak bisa bersungguh-sungguhlah, mustahil, cobalah’, begitu prinsip hidup dari Khasbi Istanto, guru MI NU 2 Tangkisan, Mrebet, Purbalingga. Lewat karyanya dalam pengembangan pendidikan inovatif, Kasbi Istanto memenangi kompetisi guru berprestasi Kementerian Agama (Kemenag) tingkat Jawa Tengah di Grand Wahid Salatiga, Kamis (18-21/8).
 
Khasbi mengaku unsur yang paling unggul dalam kompetisi tersebut adalah penilaian terhadap karya inovasinya yang berbasis pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Dari tahun 2013, setelah dilatih oleh USAID PRIORITAS, saya menjadi tersadar bahwa menggunakan media berbasis lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
 
Sejak saat itu sampai sekarang saya telah membuat 25 media pembelajaran inovatif yang menggunakan barang-barang dari lingkungan sekitar,” kata guru yang telah 10 tahun mengabdi di madrasah itu.
 
Sejumlah 25 alat peraga inovatif berbasis lingkungan yang telah dibuat dipresentasikan kepada Dewan Juri yang telah ditunjuk Kemenag Jateng. Mulai dari media Garis Bilangan Batang Singkong (Gabil Basing) untuk pengurangan dan penjumlahan.
 
Kemuudian, Pohon Minta Tolong (Pamitong) untuk pembelajran IPS dan bahasa Indonesia, Bakul Telur Kerajaan (IPS). Pohon Nusantara (IPS dan PPKN), Tampok Sakti untuk belajar perkalian, Batok Perkalian Berulang dan berbagai media inovatif lain.
 
 
Dalam presentasi berbahasa Inggris, Khasbi menyampaikan bahwa penggunaan alat berbasis lingkungan ini mampu mengatasi keterbatasan alat peraga, biaya, dan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Hal tersebut sesuai dengan basis pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) yang di implementasikan di madrasah dimana beliau mengajar.
 
Anak-anak menjadi sangat bersemangat ketika belajar. Mereka juga lebih mudah memahami pembelajaran, karena saya mencoba membuat kontekstual dengan benda-benda yang mereka temui di rumah, di desa, di kebun, dan di lingkungan mereka tinggal,” ungkap putra ke empat dari pasangan Sutarno dan Mistiyah ini.
Lulusan PGMI STAIN Purwokerto ini menyampaikan bahwa setiap tahun media yang pernah dibuat selalu berkembang. Misalkan saja Gabil Basing yang telah dibuat tahun 2014/2015 telah memilki tambahan ragam permainan.
 
Tetuca angkrun gabil basing atau singkatan dari tebak, tulis, cari angka beruntun garis bilangan batang singkong. Siswa diajak untuk menebak angk, menulis angka dan lambang, mencari angka, dan membuat angka beruntun. Uniknya, permainan tersebut berkembang dari siswa-siswa yang difasilitasinya.
 
Guru madrasah di pelosok gunung ini menambahkan, metode dan model pembelajaran yang dilakukannya juga ternyata memudahkan interaksi siswa. Dengan bahan pelajaran berbasis lingkungan yang telah disusun dan disesuaikan dengan model pembelajaran.
 
Bahan pembelajaran yang disajikan kepada siswa, dia susun dengan melibatkan banyak unsur. Mulai dari tanaman, bebatuan, kerajinan tangan. toples bekas, kardus bekas, botol bekas dan semua hal tersebut dikombinasikan dengan nyayian dan permainan yang sudah akrab ditelinga siswa.
 
Saya berterimakasih kepada USAID PRIORITAS yang telah mengajarkan hal tersebut,” ungkap Khasbi.
 
Model pembelajaran berbasis lingkungan ini juga mengaktifkan siswa dalam permainan dan belajar di luar kelas. Selain itu juga berdasarkan realita di lingkungan tempat tinggal serja menjawab realitas kehidupan.
 
Khasbi mencontohkan, yaitu ketika membelajarkan IPS dan bahasa Indonesia dengan Media Pamitong, dia mencoba mengangkat realitas pencemaran air oleh sebuah pabrik. Siswa di posisikan sebagai pohon dan lingkungan yang meminta tolong akibat pencemaran.
 
Kemudian siswa disimulasikan juga berdiskusi dengan menjadi pemuda yang mensolusikan realitas pencemaran tersebut dalam bentuk tulisan yang berbasis literasi informasi. Hal tersebut akan membuat siswa lebih sensitif terhadap lingkungannya.
 
Kemenangan Khasbi dalam kompetisi guru berprestasi lingkup Kemenag Jateng dengan menyisihkan 71 peserta lain ini juga mengantarkan Khasbi dalam pemilihan kompetisi guru berprestasi nasional yang rencananya diselenggarakan bulan November 2016.

sumber : (http://www.kabarebralink.com/2016/08/ini-dia-pak-khasbi-dari-pelosok-yang-menjadi-guru-berprestasi-se-jateng.html)

Posting oleh Desi Eri K 10 tahun yang lalu - Dibaca 56991 kali

 
Tag : #MBS #guruberprestasi #PSM #gurukreatif #mediapembelajaran #peranguru

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 30/11/2020 09:07:18
Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Swasta Unggul

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan budaya organisasi Sekolah Menengah Pertama Swasta...

Senin, 09/11/2020 08:38:41
Implementasi Kurikulum dan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Malang. Pandemi covid-19 rupanya tak kunjung membaik hingga memasuki tahun ajaran baru 2020/2021. Namun sudah terlihat...

7 Pilar MBS
MBS portal
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen pendidik dan tenaga kependidikan berbasis sekolah adalah pengaturan pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan yang terkait dengan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah,...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
PENINGKATAN PARTISIPASI ORANG TUA SISWA DALAM PENDIDIKAN MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA
R. Bambang Soemarsono. Pendidikan merupakan suatu proses transformasi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek perilaku lainnya dari generasi ke generasi berikutnya. Bafadal (2013) menyatakan, bahwa” tugas pendidikan adalah mengupayakan agar anak bisa mengenal potensi...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78353 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75518 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91966 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101350 kali
Info MBS
Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha
Jembatani Kompetensi Siswa dengan...
9 tahun yang lalu - dibaca 36141 kali
Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal
Pendidikan Informal untuk Penguatan...
9 tahun yang lalu - dibaca 54172 kali
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak Perbatasan
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak...
9 tahun yang lalu - dibaca 55534 kali
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik Mengajar Realistik
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik...
9 tahun yang lalu - dibaca 53529 kali
Permen tentang Penguatan Pendidikan Karakter Disiapkan dalam Sepekan
Permen tentang Penguatan Pendidikan...
9 tahun yang lalu - dibaca 58036 kali
Pemerataan Pendidikan Siapkan SDM Berkarakter dan Berdaya Saing
Pemerataan Pendidikan Siapkan SDM...
9 tahun yang lalu - dibaca 54405 kali
72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?
72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan...
9 tahun yang lalu - dibaca 44586 kali
Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara Perpecahan Bangsa
Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara...
9 tahun yang lalu - dibaca 47926 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.48 Mb - Loading : 2.48673 seconds