Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab Semua Pihak
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab Semua Pihak
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab Semua Pihak dalam Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk Pelatih Tingkat Provinsi di Jawa Timur
Malang, 24-27 Agustus 2015 – Upaya membiasakan membaca buku bagi anak-anak di sekolah bukan saja tanggung jawab guru atau kepala sekolah. Upaya tersebut harus dilakukan oleh semua pihak, baik di sekolah, di rumah, dan di masyarakat. Kepala sekolah, guru, orangtua, teman, dan masyarakat sekitar bergerak bersama untuk menciptakan pembiasaan membaca sehingga hal tersebut menjadi kebiasaan setiap hari. Kepala sekolah mengelola sumber daya yang ada sehingga kegiatan-kegiatan membaca bisa terlaksana di sekolah. Guru melalui kegiatan pembelajaran dapat mengelola siswa untuk membiasakan diri membaca setiap hari meski hanya 10 menit. Orangtua di rumah menemani dan mendukung gerakan membaca di rumah. Sedangkan masyarakat di lingkungan sekitar dapat mendukung dengan perpustakaan local atau mengadakan kegiatan-kegiatan gemar membaca.
USAID PRIORITAS Jawa Timur sejak 24-27 Agustus melatih 65 fasilitator daerah dari 13 kabupaten/kota dalam Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk Pelatih Tingkat Provinsi di Jawa Timur. Bertempat di Savana Hotel Malang, pelatihan dengan menggunakan Modul III dimana terdapat materi di dalamnya tentang “Pengelolaan Budaya Baca”. Ke-13 kabupaten / kota tersebut meliputi Kab Sidoarjo, Kab Bangkalan, Kab Pasuruan, Kab Bojonegoro, Kab Tuban, Kab Nganjuk, Kab Sampang, Kota Mojokerto, Kab Mojokerto, Kab Pamekasan, Kab Blitar, Kab Situbondo, dan Kab Pamekasan.
Menurut Dyah Haryati Puspitasari selaku Whole School Development USAID PRIORITAS Jawa Timur, pengelolaan budaya baca menjadi tantangan untuk sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung gerakan membaca.
“Ada 4 hal yang ditekankan dalam pelatihan MBS untuk Modul III ini,” jelasnya. Yakni:
- Mengetahui sejauh mana program budaya baca telah berjalan di sekolah masing-masing
- Mendapatkan cara-cara / kegiatan baru untuk meningkatkan budaya baca di sekolah, rumah / masyarakat
- Mempunyai rencana pengembangan budaya baca yang baru di sekolah
- Berbagi tindakan nyata antara kepala sekolah, guru, dan komite sekolah dalam mengelola program budaya baca di sekolah / masyarakat.
Sebelumnya, para peserta pelatihan telah mendapatkan pelatihan Modul II dimana terdapat materi tentang Menciptakan Program Membaca di sekolah.
Di dalam Modul III ini, menurut Dyah, adalah bagaimana keberlanjutan budaya baca terus dilakukan agar menjadi program tetap dan abadi yang dimiliki oleh sekolah.
Dalam pelatihan ini, dibahas pula kiat melakukan supervise informal dan supervisi klinis di kelas, termasuk di dalamnya tentang mekanisme penilaian kinerja guru (PKG).
sumber : (http://www.repelita.com/mengelola-budaya-baca-tanggung-jawab-semua-pihak/)
Posting oleh Desi Eri K 10 tahun yang lalu - Dibaca 40728 kali
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KEMAMPUAN MANAJERIAL, EFIKASI DIRI, DAN PRESTASI BELAJAR TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA
Abstract: Work readiness is a condition of students when after graduating they have the competencies needed to...
ANALISIS SISTEM KEPELATIHAN DI IKIP BUDI UTOMO MALANG DITINJAU DARI CRITICAL EVENT MODEL LEONARD NADLER
Abstract: This research aims to describe the training design held at IKIP Budi Utomo Malang in terms of CEM Leonard...
