Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa Lewat Pendidikan Karakter

Senin, 01/08/2016 09:04:26

Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa Lewat Pendidikan Karakter

Merdeka.com - Kota Bandung memamerkan program baru guna menghindari dunia pendidikan dari kekerasan. Program itu bernama Bandung Masagi, dengan metode lebih mendekatkan siswa siswi kepada pendidikan karakter.


Masagi berasal dari bahasa Sunda, berarti, seimbang, ajeg, kokoh menuju kesempurnaan. Program ini diresmikan di SMA Negeri 8, Jalan Selontongan, Kota Bandung, Selasa (19/7) siang. Hadir dalam acara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil serta beberapa dinas terkait, para guru dan para siswa SMAN 8 Bandung.

Ridwan Kamil mengatakan, Bandung Masagi merupakan model pendidikan karakter sesuai pandangan hidup budaya Sunda. Ada empat nilai perlu diterapkan dalam budaya Sunda, yakni kearifan lokal, silih asih, asah, asuh dan wawangi.

"Masagi itu bisa dikatakan artinya paripurna, kita simbolkan ini sebagai sebuah pohon di mana (Masagi) itu karakter. Kalau (karakter) itu adalah akarnya, dan akarnya sehat baik, itu akan menjadi luar biasa. Seperti halnya hasil tidak akan membohongi proses," ungkap pria akrab disapa Emil ini.

Indonesia, kata Emil, kondisinya tengah menatap sebuah era baru. Ini sesuai dengan kondisi Bandung yang terus berkembang dan diiringi dengan sumber daya manusia (SDM) berkompetensi.

"Kota Bandung adalah kota metropolitan. penduduknya 2,5 juta. Kalau siang ditambah satu juta dari warga sekelilingnya. Tapi warga itu dimulai dari sekolah sehingga karakter itu harus dibentuk di sekolah," ujarnya.

Menurut Emil, adapun tujuan Bandung Masagi nantinya untuk membentuk karakter seseorang menjadi kuat fisik dengan asupan makan bergizi, cerdas karena diberi makan ilmu dan akhlak melalui asupan spiritual.

"Saya enggak mau anak-anak kami hanya sehat dan pintar. Tapi spiritualnya tidak melengkapi, itu harapan generasi baru ini. Hari ini kita akan memulai sebuah konsep baru. Sesuai arahan Pak Menteri (Anies Baswedan) tidak boleh ada lagi perpeloncoan dan anak-anak dipaksa melakukan hal konyol dan tidak ada manfaatnya kita sudah terapkan," terangnya.

Sementara itu, Anies Baswedan menyatakan, Indonesia kini memulai sejarah baru di mana konsep pendidikan dimulai dari Kota Bandung. "Di Kota ini Indonesia menggugat dimulai, di kota ini juga, hari ini Bandung Masagi diresmikan. Ini jadi sumber belajar kita. Ini adalah sebuah terobosan di Kota Bandung," ujar Anies.

Bandung, kata Anies, telah menerapkan misi pemerintah membangun revolusi mental. Pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah Kota Bandung selama ini.

"Konsepnya diturunkan dengan jelas dan konkret dengan baik. Sehingga ini bisa saja diterapkan di pelbagai tempat di Indonesia," katanya.

Implementasi Bandung Masagi lewat pendidikan karakter telah dilatihkan pada 50 fasilitator guru, kepala sekolah dan pengawas di setiap jenjang pendidikan dengan kegiatan pelatihan pada Juni lalu. Kemudian hasil pelatihan sudah disosialisasikan pada 700 guru dengan sasaran PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK di Bandung.


sumber : (http://www.merdeka.com/peristiwa/program-bandung-masagi-dekatkan-siswa-lewat-pendidikan-karakter.html)

Posting oleh Desi Eri K 10 tahun yang lalu - Dibaca 61573 kali

 
Tag : #PendidikanKarakter #MBS #pelatihanguru #BandungMasagi #PSM

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 22/06/2020 21:57:41
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa di tengah pandemi Covid-19 tengah...

Senin, 15/06/2020 09:57:35
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan Berarti KBM Tatap Muka

Jakarta -  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan dimulainya tahun ajaran baru bukan...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78356 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75523 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91977 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101354 kali
Info MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
13 tahun yang lalu - dibaca 87839 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
13 tahun yang lalu - dibaca 106206 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104515 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92896 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55074 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61712 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90413 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65311 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 1.46175 seconds