Tak ingin ketinggalan oleh sekolah-sekolah umum, civitas akademika MTsN Sangkanurip menyediakan penunjang gerakan literasi sekolah berupa saung baca.
Kepala MTsN Sangkanurip Nana Nuryatna saat mendampingi siswa-siswi di saung baca menerangkan, bersama rekan guru dan keluarga besar sekolah yang dipimpinnya, MTsN Sangkanhurip terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas mutu pembelajaran dan daya saing.
Salah satunya yang serius dikembangkannya yaitu mengembangkan gerakan literasi sekolah dengan membangun sarana saung baca sebanyak dua lokal. “Kita bekerjasama dengan masyarakat. Untuk pembangunan saung baca juga, sebagian dananya ada dari partisipasi masyarakat,” Kata Nana, Sabtu (16/07).
Kemudian, lanjut Nana, setelah didirikan saung baca, langkah pengembangan gerakan literasi itu dilanjutkan dengan program infaq buku. Baik orang tua siswa maupun guru di sekolah tersebut, diminta untuk berfartisipasi melengkapi kebutuhan buku bacaan di saung tersebut.
“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan berkelanjutan dan tersedia berbagai kebutuhan buku. Kami ucapkan terimakasih kepada orang tua siswa yang turut serta mendukung program ini,” katanya.
Terpisah, ketua tim pengembang budaya baca MTsN Sangkanurip Nur’alim menyebutkan, antusias orang tua atau masyarakat dalam mendukung program tersebut sangat baik.
Menurutnya dengan adanya dukungan dari lembaga dan masyarakat itu, program pengembangan literasi melalui saung baca optimis berkelanjutan dan mampu menghantarkan MTsN tersebut kearah yang lebih baik dan berdaya saing.
Dia menambahkan, pihaknya juga berterima kasih atas pelatihan dan kerjasama yang dibangun oleh USAID PRIORITAS. Sejak bermitra dengan program USAID PRIORITAS.
Menurutnya, pihaknya mampu memahami dan menekuni proses pengembangan program literasi sekolah tersebut. ”Awalnya kami tidak tahu budaya baca itu seperti apa. Tapi setelah bermitra dengan USAID, program ini bisa kami jalankan,” katanya.
