Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

PELAKSANAAN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH KELAS INKLUSI BERBASIS SEKOLAH

Kamis, 19/12/2013 09:50:54

35anak-difabel.jpg


PELAKSANAAN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH KELAS INKLUSI BERBASIS SEKOLAH

 

Luluk Kusniati

110131405782/AP 2011 Off A

 luluk.kusniati@yahoo.com

 

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah model penyelenggaraan sekolah yang kewenangannya diberikan seluas-luasnya kepada pihak sekolah untuk mengelola berbagai sumber daya pendidikan dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai lingkungan pendukung. Melalui MBS diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam peningkatan mutu pendidikan. Kebijakan ini sebagai solusi alternatif dari sistem manajemen terpusat yang dianggap kurang kondusif dalam melibatkan peran serta masyarakat, selain itu MBS juga merupakan upaya demokratisasi dan penghormatan terhadap budaya lokal.

Sekolah inklusi merupakan sekolah reguler (biasa) yang menerima anak berkebutuhan khusus dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Dalam kaitannya dengan praktek pendidikan, pendidikan inklusif dipandang telah berhasil meningkatkan mutu sekolah dan pendidikan kebutuhan khusus. Melalaui pendidikan inklusi, anak berkelainan dididik bersama dengan anak-anak normal untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa di dalam masyarakat terdapat anak normal dan anak berkelainan yang tidak dapat dipisahkan sebagai suatu komunitas. Sehingga anak berkebutuhan khusus perlu diberikan kesempatan dan peluang yang sama dengan anak normal untuk mendapatkan pelayanan pendidikan di sekolah terdekat yang tentu harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.

Menurut Anupam Ahuya (2003), tugas dan kewajiban sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi adalah:

  1. Mengubah sikap siswa, guru, orang tua dan masyarakat
  2. Menjamin semua siswa mempunyai akses terhadap pendidikan dan mengikutinya secara rutin
  3. Menjamin semua siswa diberi kurikulum penuh yang relevan dan menantang
  4. Membuat rencana kelas untuk seluruhnya
  5. Menjamin dukungan dan bantuan yang tersedia (teman sebaya, guru, spesialis, orang tua dan masyarakat)
  6. Menjamin semua siswa menyelesaikan sekolah dan mereka yang putus sekolah diberikan kesempatan untuk meneruskan sekolah.
  7. Memperbaiki pencapaian dan kesuksesan semua siswa pada semua level
  8. Menjamin pelatihan aktif berbsis sekolah
  9. Menggunakan metode yang pleksibel dan mengubah kelompok belajar
  10. Menjamin terlaknanya pembelajaran yang aktif
  11. Menjamin adanya skspektasi yang tinggi bagi semua siswa

Sekolah inklusif harus didasari oleh keyakinan bahwa semua anak dapat belajar, dan semua anak berbeda satu sama lain. Perbedaan yang terjadi harus dihargai, dengan demikian dalam pembelajaran dilaksanakan melalui kerjasama guru, orang tua dan masyarakat.

           Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada kelas inklusi berbasis sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Berkomunikasi dengan siswa
  2. Melakukan appersepsi;
  3. Menjelaskan tujuan mengajar;
  4. Menjelaskkan isi/materi pelajaran;
  5. Mengklarifikasi penjelasan apabila siswa salah mengerti atau belum paham;
  6. Menanggapi respon atau pertanyaan siswa;
  7. Menutup pelajaran (misalnya merangkum, meringkas, menyimpulkan, dan sebagainya).
  8. Mengimplementasikan Metode, Sumber Belajar, dan Bahan Latihan yang sesuai dengan tujuan Pembelajaran
  9. Menggunakan metode mengajar yang bervariasi (misalnya ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, dan sebagainya);
  10. Menggunakan berbagai sumber belajar (misalnya globe, foto, benda asli, benda tiruan, lingkungan alam, dan sebagainya);
  11. Memberikan tugas/latihan dengan memperhatikan perbedaan individual;
  12. Menggunakan ekspresi lisan dan/atau penjelasan tertulis yang dapat mempermudah siswa untuk memahami materi yang diajarkan.
  13. Mendorong siswa untuk terlibat secara aktif
  14. Memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif (misalnya dengan mengajukan pertanyaan, memberi tugas tertentu, mengadakan percobaan, berdiskudsi secara berpasangan atau dalam kelompok kecil, belajar berkooperatif).
  15. Memberi penguatan kepada siswa agar terus terlibat secara aktif;
  16. Memberikan pengayaan (tugas-tugas tambahan) kepada siswa yang pandai;
  17. Memberikan latihan-latihan khusus (remidi) bagi siswa yang dianggap memerlukan
  18. Mendemontrasikan penguasaan materi dan relevansinya dalam kehidupan
  19. Mendemontrasikan penguasaan materi pelajaran secara meyakinkan (tidak ragu-ragu); dengan menggunakan media yang sesuai.
  20. Menjelaskan relevansinya materi pelajaran yang sedang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari
  21. Mengelola waktu, ruang, bahan, dan perlengkapan pengajaran
  22. Menggunakan waktu pengajaran secara efektif sesuai dengan yang direncanakan;
  23. Mengelola ruang kelas sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran;
  24. Menggunakan bahan pengajaran (misalnya bahan praktikum) Secara efesien;
  25. Menggunakan perlengkapan pengajaran (misalnya peralatan percobaan) secara efektif dan efesien.
  26. Mengelola Pembelajaran Kelompok yang Kooperatif Pembelajaran yang efektif berarti mengkombinasikan berbagai pendekatan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menjadikan kelas lebih hidup, penuh tantangan dan menyenangkan. Berbagai pendekatan dalam kelompok:
  27. Pembelajaran langsung pada seluruh kelas Pendekatan ini cocok untuk memperkenalkan berbagai topik. Guru menyiapkan beberapa pertanyaan untuk dijawab peserta didik sesuai dengan kemampuannya. Guru dapat menggunakan kelas untuk bercerita atau menunjukkan karya mereka seperti membuat puisi, lagu, bercerita atau membuat permainan secara bersama-sama. Guru harus berupaya menciptakan strategi pembelajaran dengan materi yang sesuai yang dapat mengakomodasi semua keragaman.
  28. Pembelajaran Individual Pembelajaran individual diberikan pada peserta didik tertentu untuk membantu mereka menyelesaikan masalahnya seperti pada peserta didik berbakat dengan mendorong mereka memberikan tugas yang lebih menantang.
  29. Pembelajaran untuk kelompok kecil Guru membagi peserta didik dalam kelompok kecil dengan menggunakan strategi yang efektif yang dapat memenuhi semua kebutuhan peserta didik. Guru dapat mendorong peserta didik agar dapat bekerja lebih kooperatif.Pembelajaran yang kooperatif dapat membantu peserta didik meningkatkan pemahaman dan rasa senang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri, terhadap kelompoknya, dan terhadap pekerjaannya.
  30. Melakukan evaluasi
  31. Melakukan penilaian selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung (baik secara lisan, tertulis, maupun pengamatan);
  32. Mengadakan tindak lanjut hasil penilaian. Tindak lanjut diselenggarakan untuk jalan keluar agar kompetensi yang ditargetkan tercapai.

Kaitannya dengan keberhasilan manajemen Sekolah menurut Siagian (1997 : 2) Kemampuan dan kemahiran seorang pejabat pimpinan pengambil keputusan yang rasional, logis, realstik dan prgmatis merupakan salah satu tolok ukur utama dalam mengukur keberhasilan. Adanya MBS dalam pelaksanaan kelas inklusi dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan pendidikan inklusif. Melihat kondisi dan sistem pendidikan, model pendidika inklusi berbasis sekolah yang lebih sesuai adalah model yang mengasumsikan bahwa inklusi sama dengnan mainstreaming. Penempatan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi dapat dilakukan dengan berbagai model, yakni:

  1. Kelas reguler (inklusi penuh)

Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal sepanjang hari di kelas reguler dengan menggunakan kurikulum yang sama.

  1. Kelas reguler dengan cluster

Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal di kelas reguler dalam kelompok khusus.

  1. Kelas reguler dengan pull out

Ana berkbutuhan khusus belajar ersama anak normal di kelas reguler namun dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber belajar dengan guru pembimbing khusus.

  1. Kelas reguler denga cluster dan pull out

Anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal di kelas reguler dalam kelompok khusus, dan dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber belajar dengan guru pembimbing khusus.

  1. Kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian

Anak berkebutuhan khusus belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler, namun dalam bidang-bidang tertentu dapat belajar bersama anak normal di kelas reguler.

  1. Kelas khusus penuh

Anak berkebutuhan khusus belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler.

Pada setiap sekolah inklusi berbasis sekolah, pihak sekolah dapat memilih model mana yang akan diterapkan, yang tentu saja disesuaikan dengan kondisi ataupun budaya yang ada di sekolah tersebut.

 

KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan layanan khusus sekolah kelas inklusi berbasis sekolah, diperlukan adanya pemberian kewenangannya yang seluas-luasnya kepada pihak sekolah untuk mengelola berbagai sumber daya pendidikan dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai lingkungan pendukung. Sistem layanan pendidikan juga disesuaikan dengan kebutuhan melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Bentuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada kelas inklusi berbasis sekolah antara lain adalah: (1) Berkomunikasi dengan siswa; (2) Mengimplementasikan Metode, Sumber Belajar, dan Bahan Latihan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran; (3) Mendorong siswa untuk terlibat secara aktif; (4) Mendemontrasikan penguasaan materi dan relevansinya dalam kehidupan; (5) Mengelola waktu, ruang, bahan, dan perlengkapan pengajaran; (6) Mengelola Pembelajaran Kelompok yang Kooperatif; (7) Melakukan evaluasi. Sedangkan penempatan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi dapat dilakukan dengan berbagai model, yakni: (1) Kelas reguler (inklusi penuh; (2) Kelas reguler dengan cluster; (3) Kelas reguler dengan pull out; (4) Kelas reguler denga cluster dan pull out; (5) Kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian; (6) Kelas khusus penuh.

 

DAFTAR RUJUKAN

Berpikir Realistik. 2010. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran pada Kelas Inklusi. (online). (http://kebebasanpendidikan.blogspot.com/2010/05/pelaksanaan-kegiatan-pembelajaran-pada.html), diakses 17 Desember 2013.

Siagian, (1997) Teori dan Praktik Pengabilan Keputusan, Jakarta : CV Haji Masagung.

  1. Pelaksanaan Pendidikan Inklusif di SD Negeri 03 Alai Padang Utara Kota Padang. (online). (http://pendidikankhusus.blogspot.com/2009/05/pelaksanaan-pendidikan-inklusif-di-sd.html), diakses 17 Desember 2013.

................., (2003) Pendidikan Inklusif di Sumatera Barat, Padang: Depdiknas Prop Sumbar.

 

Posting oleh Luluk Kusniati 12 tahun yang lalu - Dibaca 66912 kali

 
Tag : #layanan khusus sekolah # kelas inklusi berbasis sekolah

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...

Senin, 14/12/2020 09:18:40
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER

Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...

7 Pilar MBS
MBS portal
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104513 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92894 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55072 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61712 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90413 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65311 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 76802 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 152662 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
8 tahun yang lalu - dibaca 56165 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 44559 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
8 tahun yang lalu - dibaca 62677 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
8 tahun yang lalu - dibaca 59216 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 40498 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
8 tahun yang lalu - dibaca 48257 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 57687 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 73635 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 2.72427 seconds