PELAKSANAAN LAYANAN KHUSUS EKSTRAKURIKULER BERBASIS SEKOLAH

PELAKSANAAN LAYANAN KHUSUS EKSTRAKURIKULER BERBASIS SEKOLAH
Oleh:
Kegiatan ekstrakurikuler berbasis sekolah merupakan kegiatan pelajaran yang diselenggarakan di luar jam pelajaran biasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari bagi sekolah yang masuk pagi dan dilaksanakan pada pagi hari bagi sekolah yang masuk sore. Kegiatan ekstrakurikuler ini sering dimaksudkan untuk mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati oleh sekelompok siswa, misalnya olahraga, kesenian, dan berbagai kegiatan keterampilan dan kepramukaan (Tim Dosen Jurusan AP FIP IKIP Malang, 1989). Pelaksanaan program-program kegiatan ekstrakurikuler berbasis sekolah hendaknya dikelola sedemikian rupa untuk pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dan kontribusinya terhadap perwujudan visi sekolah. Dari setiap pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler hendaknya diusahakan suasana yang kondusif, tidak terlalu membebani siswa dan tidak mengorbankan aktivitas kurikuler sekolah. Konsistensi pelaksanaan kegiatan sebagaimana terjadwal dan terpublikasikan menjadi sangat penting. Setiap personil di sekolah, sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya bertanggungjawab atas pengembangan program ekstrakurikuler yang diselenggarakan. Ragam dan kunatita sumberdaya manusia yang diperlukan untuk menangani pengelolaan program ekstrakurikuler menyesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang, kompleksitas tugas-tugas penyelenggaraan program, dan kebijakan dari pimpinan sekolah sebagaimana hasil kesepakatan antar pihak yang berkepentingan (stakeholders).
Berikut adalah prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler berbasis sekolah. Menurut Narmoatmojo (2009), prinsip-prinsip kegiatan ekstrakurikuler adalah (1) Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing; (2) Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik; (3) Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang menuntuk keikutsertaan peserta didik secara penuh; (4) Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler dalam suasan yang disukai dan menggembirakan peserta didik; (5) Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil; (6) Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
Dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler berbasis sekolah, ada hal-hal yang harus diperhatikan supaya kegiatan berlangsung dengan baik, diantaranya: (1) Dalam pelaksanaan kegiatannya, hendaknya bisa bermanfaat bagi siswa, baik buat masa kini maupun masa yang akan datang; (2) Dalam pelaksanaan kegiatannya, hendaknya tidak membebani bagi siswa; (3) Dalam jenis kegiatnnya hendaknya bisa memanfaatkan lingkungan sekitar, alam, industri, dan dunia usaha; (4) Dalam pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan yang utama, yaitu kegiatan intrkurikuler.
Berikut ini 3 alternatif pengembangan program kegiatan ekstrakurikuler berbasis sekolah, antara lain:
- Top-Down: Sekolah menyediakan/menyelenggarakan program kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk paket-paket (jenis-jenis kegiatan) yang diperkirakan dibutuhkan siswa.
- Bottom-Up: Sekolah mengakomodasi keragaman potensi, keinginan, minat, bakat, motivasi dan kemampuan seorang atau kelompok siswa untuk kemudian menetapkan/menyelenggarakan program kegiatan ekstrakurikuler.
- Variasi dari alternatif-1 dan alternatif-2.
Beberapa contoh kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diselenggarakan sekolah.
1. Olahraga dan Kesenian Sekolah
Olahraga dan kesenian sebenarnya sudah diselenggarakan dalam bentuk bidang studi yang disediakan jam pelajaran khusus. Namun untuk mewujudkan kedua bidang tersebut di luar jam pelajaran, setiap kepala sekolah sebagai pemimpin perlu menaruh perhatian, meskipun mungkin secara pribadi kurang tertarik pada salah satu atau kedua bidang tersebut. Diharapkan dengan kegiatan yang bersifat nonformal seperti olahraga dan kesenian ini, sekolah dapat mewujudkan hubungan manusia yang intensif. Siswa belajar menghormati keberhasilan orang lain, bersikap sportif, berjuang untuk mencapai suatu prestasi secara jujur, dan lain sebagainya.
2. Majalah Sekolah
Kegiatan ekstrakurikuler ini biasanya sering disebut dengan majalah sekolah. Majalah sekolah dapat memuat berbagai karya siswa berupa prosa atau puisi dan berita-berita mengenai kehidupan sekolah. Disamping itu majalah sekolah juga dapat digunakan untuk memuat aspirasi-aspirasi siswa, termasuk saran-sarannya mengenai kehidupan sekolah. Di pihak lain, guru juga dapat memanfaatkannya untuk kepentingan menyampaikan dan menguatkan materi-materi yang telah disampaikannya melalui proses belajar-mengajar. Materi-materi itu mungkin pula berupa pengetahuan praktis untuk meningkatkan keterampilan siswa.
Posting oleh Yenny Ika Fatmasari 12 tahun yang lalu - Dibaca 41302 kali
Pandemi, Pendidikan, dan Persaingan Privilese
Jakarta - Pandemi telah mengakar sampai ke semua lini dan memang telah menyeret kita pada dimensi yang berbeda....
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Pandemi covid-19 di Indonesia, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menerapkan sistem...
