Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

PERENCANAAN LAYANAN KHUSUS KAFETARIA BERBASIS SEKOLAH

Kamis, 19/12/2013 06:19:19

 

 

layanan kafetaria adalah layanan makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh peserta didik di sela-sela mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah sesuai dengan daya jangkau peserta didik. Sedangkan menurut Kusmintardjo (1993), kafetaria merupakan pelayanan khusus yang menyediakan makanan dan minuman untuk para siswa dan staf sekolah lainnya, di suatu tempat yang biasanya merupakan bagian dari bangunan sekolah. Dengan demikian diharapkan para siswa tidak akan keluar komplek sekolah selama waktu istirahat.

 

kantin hampir selalu ada di tiap sekolah di Indonesia. Biasanya kantin menjadi tempat berkumpul bagi para murid. Pesan-ambil-bayar-duduk mungkin merupakan prinsip para pengguna fasilitas kantin. Ramainya kantin disebabkan oleh obrolan siswa-siswi yang makan bersama. Kebanyakan murid menganggap penting kantin sebagai tempat bersosialisasi, tempat berkumpulnya seluruh angkatan.

 

Kafetaria sekolah merupakan tempat pelayanan khusus yang menyediakan makanan dan minuman untuk para siswa dan staf sekolah lainnya, disuatu tempat yang biasanya merupakan bagian dari bangunan sekolah. Dengan demikian diharapkan para siswa tidak akan keluar komplek sekolah selama waktu istirahat.

 

Sekolah harus dapat menggunakan kafetaria sebagai suatu upaya sekolah yang sangat bernilai bagi tujuan-tujuan sekolah seperti kesehatan, efektivitas sosial, efisiensi ekonomi, hubungan-hubungan kelompok, apresiasi keindahan dan sebagainya. Untuk mengusahakan ini, staf sekolah, murid, dan orang tua harus memahami nilai-nilai yang terkandung dalam belajar yang secara tidak langsung diberikan dari usaha layanan program kafetaria. Tujuan kafetaria sekolah:

 

1.         Membantu pertumbuhan dan kesehatan siswa dengan jalan menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan praktis.

 

2.         Mendorong siswa untuk memilih makanan yang cukup dan seimbang.

 

3.         Untuk memberikan pelajaran sosial kepada siswa.

 

4.         Memperlihatkan kepada siswa bahwa faktor emosi berpengaruh pada kesehatan seseorang.

 

5.         Memberikan bantuan dalam mengajarkan ilmu gizi secara nyata.

 

6.         Mengajarkan penggunaan tata krama yang benar dan sesuai dengan yang berlaku di masyarakat.

 

7.         Sebagai tempat untuk berdiskusi tentang pelajaran-pelajaran di sekolah, dan tempat menunggu apabila ada jam kosong.

 

Ada beberapa prinsip yang harus dipedomani dalam layanan kafetaria, yaitu:

 

Pertama, prinsip keterjangkauan. Artinya, makanan dan minuman yang disediakan di kafetaria sekolah, haruslah terjangkau oleh uang saku peserta didik dengan aneka ragam latar belakang sosial ekonomi.

 

Kedua, prinsip pendidikan, di mana layanan kafetaria yang disediakan kepada peserta didik haruslah dalam kerangka pendidikan kepada peserta didik. Berarti layanan kafetaria peserta didik tidak banyak diorientasikan ke profit atau sekedar mencari keuntungan.

 

Ketiga, prinsip kooperatif. Penyelenggarakan layanan kafetaria, haruslah memungkinkan kerja sama yang baik antara peserta didik dengan pengelola yang terdiri dari personalia sekolah atau orang lain yang ditunjuk. Pemedoman prinsip ini, menjadikan penyebab harga-harga yang ditawarkan oleh kafetaria kepada peserta didik, haruslah didasarkan atas kesepakatan-kesepakatan yang dibangun sebelumnya. Kafetaria tidak menentukan harga sepihak, sebaliknya peserta didik juga tidak boleh mengadakan penawaran sepihak yang menyebabkan kafetaria rugi dan tidak dapat melanjutkan usahanya.

 

Keempat, prinsip membantu peserta didik. Prinsip ini harus dipedomani, oleh karena kafetaria yang diadakan di sekolah adalah bermaksud memberikan layanan kepada peserta didik. Jika prinsip ini tidak dapat dipedomani, maka lebih baik kafetaria tersebut ditiadakan saja. Pemedoman prinsip ini, akan menjadikan peserta didik dapat memesan makanan dan minuman justru di saat-saat mereka membutuhkan; dan tidak baru tersedia di kala mereka sudah tidak membutuhkan lagi.

 

Prinsip kesehatan. Prinsip ini menekankan agar makanan dan minuman yang tersedia, haruslah terjamin kebersihan dan kesehatannya. Sebab kalau tidak, bisa bertentangan dengan maksud diadakannya kafetaria. Makanan yang terjamin kebersihan dan kesehatannya, dapat menjadikan peserta didik terdukung kegiatan belajar. Pemedoman prinsip ini menjadikan penyebab bahwa kafetaria sekolah, tidak akan menjual rokok, minuman keras dan yang mempunyai kadar alkohol serta makanan lain yang tidak baik untuk kesehatan.

 

 

 

PERENCANAAN KAFETARIA

 

Dalam menyelenggarakan atau mendirikan kantin sekolah yang baik hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini:

 

  1. kantin sekolah hendaknya tidak dipandang sebagai suatu penciptaan keuntungan di sekolah;
  2. program kantin sekolah harus dipandang sebagai bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan
  3. harga makanan dan minuman harus dapat dijangkau oleh daya beli siswa
  4. penyajian dan pelayanan makanan harus memadai dan cepat
  5. gedung atau ruang kantin harus strategis karena akan sangat mempengaruhi keefektivan operasi dan koordinasi program-program kantin
  6. personil-personil kantin harus bertanggung jawab atas makanan yang bergizi dan menarik, serta menjamin selera pembeli;
  7. memberikan kebijaksanaan keuangan (korting) dapat mendorong berkembangnya program kantin, karena dapat menarik pembeli
  8. program kantin harus menyeimbangkan antara kapasitas makanan dan harga, begitu juga gizi.

 

 

 

Posting oleh Dina Astriana 12 tahun yang lalu - Dibaca 24700 kali

 
Tag : #MBS #PSM #manajemenkafetaria

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Selasa, 28/05/2019 11:56:28
PPDB 2019 SMP Sistem Zonasi, Nilai USBN Tidak Diperhitungkan

jpnn.com, BANYUWANGI - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD dan SMP Negeri di Banyuwangi segera dimulai, mayoritas...

Selasa, 14/05/2019 13:17:53
Memahami "Penderitaan" Siswa di Kelas

Wilson Bhara WatuJakarta - Seorang teman yang bekerja sebagai dosen muda di salah satu perguruan tinggi swasta pernah...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Fokus Hari Ini
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78434 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75586 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 92076 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101464 kali
Info MBS
4. Manajemen Sarana dan Prasarana...
13 tahun yang lalu - dibaca 115211 kali
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga...
12 tahun yang lalu - dibaca 113482 kali
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis...
12 tahun yang lalu - dibaca 118686 kali
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran...
12 tahun yang lalu - dibaca 73511 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.47 Mb - Loading : 1.64794 seconds