Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Perencanaan Perpustakaan Berbasis Sekolah

Selasa, 03/06/2014 13:44:47

Perencanaan merupakan titik awal kegiatan perpustakaan sekolah dan harus disusun oleh perpustakaan. Perencanaan berguna untuk memberikan arah, menjadi standar kerja, memberi kerangka pemersatu dan membantu memperkirakan peluang. Dalam penyusunan perencanaan hendaknya tercakup apa yang akan di lakukan, bagaimana cara melaksanakannya, kapan pelaksanaannya dan siapa yang bertanggung jawab dan berapa anggaran yang diperlukan. Dengan demikian perencanaan itu merupakan langkah yang mendasar  Sebagai langkah awal dalam perencanaan perpustakaan sekolah adalah penetapan Visi, Misi, Tujuan, identifikasi kekuatan dan kelemahan dan memahami peluang dan ancaman.

Visi merupakan suatu pikiran atau gagasan yang melampaui keadaan sekarang. Keadaan yang diinginkan itu belum pernah terwujud selama ini. Penetapan visi penting dalam pengembangan perpustakaan sekolah sebab visi memiliki fungsi untuk memperjelas arah yang akan dituju oleh perpustakaan sekolah. Visi  sesuatu hal yang ideal yang akan dicapai oleh perpustakaan sekolah, maka dalam penetapan visi hendaknya mudah di pahami..

Misi merupakan penjabaran visi dan rumusan-rumusan kegiatan yang akan dilakukan dan hasilnya dapat di ukur, dirasakan, dilihat, didengar atau dapat dibuktikan karena bersifat kasat mata. Penyusunan misi biasanya dalam bentuk kata kerja untuk untuk merealisir visi. Contoh dari misi adalah menciptakan gemar membaca di kalangan guru, siswa dan karyawan, menyediakan bahan informasi untuk mendukung proses belajar mengajar

Perpustakaan harus berperan mendukung tercapainya visi dan misi ini. Dengan visi dan misi yang jelas, maka dapat dibuat sebuah ukuran atau indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam pengembangan.

1. Komponen yang harus dikembangkan

Dari sekian banyak komponen perpustakaan, ada beberapa komponen yang dapat   dipilih sebagai prioritas, yaitu:

-          Koleksi

-          SDM pustakawan dan tenaga administrasi

-          Jenis dan bentuk layanan

-          Cakupan pengguna (komunitas lokal, regional, nasional, dst.)

-          Fasilitas pendukung (gedung dan alat)

Prioritas diberikan pada komponen yang paling mendukung target pengembangan lembaga. Pertimbangan lain adalah ketersediaan dana yang dimiliki.

2. Pendukung yang diperlukan untuk pengembangan

Pada setiap kegiatan pengembangan, dibutuhkan pendukung utama untuk menjamin keberhasilan. Pendukung pertama adalah dana. Pendukung berikutnya adalah perencanaan (planning) dimana di dalamnya sudah dimuat tujuan masing-masing kegiatan, ukuran capaian, bentuk program. Pada perencanaan juga disebutkan kapan setiap tujuan harus tercapai. Pendukung utama ketiga adalah sumber daya manusia yaitu pengelola perpustakaan yang terdiri dar Kepala Seokolah, guru, pustakawan  yang mengetahui peran masing-masing sehingga akan bersedia bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan/ tertundanya pencapaian tujuan.

            Langkah pengembangan sebaiknya dimulai dari kesepakatan bersama dari setiap komponen di dalam sistem, mulai dari pimpinan lembaga, pengelola perpustakaan sampai pada pengguna. Semua komponen harus sepakat tentang apa yang akan dikembangkan, serta konsekuensi yang harus dihadapi akibat pengembangan (misalnya, suasana baru dan berbeda). Dengan demikian semua komponen akan bergerak pada arah yang sama, tidak membuat arah sendiri-sendiri.

1)      SWOT analysis

2)      Tentukan sasaran dengan ukuran (standar) capaian yang jelas

3)      Susun program

4)      Susun anggaran

5)      Tetapkan waktu

Posting oleh Ary Suhantoro 12 tahun yang lalu - Dibaca 59840 kali

 
Tag : #Perencanaan # Perpustakaan Sekolah

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Rabu, 07/08/2019 18:47:34
SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS DI PESANTREN

Abstract: This study aims to describe the process of budgeting and allocating free education funds in pesantren,...

Minggu, 20/07/2019 16:26:18
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA DAN LINGKUNAN SEKOLAH

Abstract: This study aims to describe: 1) values of culture-based character education and school environment; 2)...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
13 tahun yang lalu - dibaca 78342 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
13 tahun yang lalu - dibaca 75510 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
13 tahun yang lalu - dibaca 91952 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
12 tahun yang lalu - dibaca 101333 kali
Info MBS
4. Manajemen Sarana dan Prasarana...
13 tahun yang lalu - dibaca 115150 kali
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga...
12 tahun yang lalu - dibaca 113398 kali
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis...
12 tahun yang lalu - dibaca 118546 kali
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran...
12 tahun yang lalu - dibaca 73422 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 1.63550 seconds