Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Peran Utama Komite Sekolah

Kamis, 24/10/2013 07:31:14

Komite Sekolah merupakan badan yang bersifat mandiri, tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan satuan pendidikan maupun lembaga pemerintah lainnya. Pembentukan komite sekolah merupakan penjabaran dari konsep otonomi sekolah, dan merupakan perwujudan dari desentralisasi pendidikan. Pembentukan komite sekolah dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional melalui upaya peningkatan mutu, pemerataan, efisiensi penyelenggaraan pendidikan dan tercapainya demokrasi pendidikan yang lebih cepat (Kepmen Diknas No. 044/U/2002).
Pembentukan komite sekolah diatur dalam Keputusan Mentri Pendidikan Nasional No. 044/U/2002. Sebagai pendorong utama dari pembentukan komite sekolah ini adalah UU Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) Tahun 2000 – 2004 yang memberikan amanat kepada Pemerintah untuk membentuk Komite pendidikan di setiap kabupaten/kota dan Komite Sekolah di setiap sekolah.
Komite sekolah berfungsi sebagai jembatan atau penghubung antara masyarakat dan sekolah. Selain itu komite sekolah berperan pula dalam merencanakan pengembangan sekolah, penyediaan perlengkapan fasilitas sekolah, pengangkatan tenaga pendidik dan pimpinan sekolah (kepala sekolah). Keberadaan komite sekolah diharapkan mampu menjadi evaluator yang baik, penyeimbang organisasi sekolah dan pendorong dari perubahan-perubahan sekolah.
Komite Sekolah merupakan badan yang bersifat mandiri, tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan satuan pendidikan maupun lembaga pemerintah lainnya. Posisi Komite Sekolah, satuan pendidikan, dan lembaga-lembaga pemerintah lainnya mengacu pada kewenangan masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pembentukan Komite Sekolah bertujuan untuk (a) mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan dan program-program pendidikan di satuan pendidikan, (b) meningkatkan tanggung jawab dan peran serta aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penyelenggaan pendidikan, dan (c) menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan (Anonimus, 2004: 17).
Relevan dengan fokus tugas komite sekolah, Duhou dalam Rosyada (2004: 277) menjelaskan salah satu pengalamannya tentang sekolah yang telah menjalankan School Based Management (SMB) disalah satu sekolah di Australia, yakni Victoria’s School dan dinamai dengan SOF atau School of Future, memaparkan bahwa tugas-tugas yang dikembangkan untuk komite sekolahnya adalah (a) komite sekolah terlibat dalam membuat dan menyusun berbagai kebijakan pendidikan dari sekolahnya, (b) mendirikan komite pendidikan tingkat regional dan mendorong keterwakilan tiap sekolah pada komite regional tersebut, dan (c) pada komite regional diperkuat dengan expert dalam bidang-bidang yang diperlukan, dan komite tersebut independent tidak terikat dengan birokrasi pendidikan, namun bertanggung jawab dengan menteri.
Secara lebih terinci Kepmen Diknas Nomor 044/U/2002 menyebutkan fungsi dari komite sekolah adalah: Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dunia kerja) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyrakat, Memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai: Kebijakan dan program pendidikan, Rencana anggaraan pendidikan dan belanja sekolah, Kriteria kinerja satuan pendidikan, Kinerja tenaga kependidikan, Kriteria fasilitas pendidikan, dan Hal-hal lain yang berkaitan dengan pendidikan.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Sunandar (2003) tentang “Persepsi Pengurus Dewan Sekolah Mengenai Peran dan Fungsinya terhadap Tingkat Partisipasi Dewan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sekolah” di Kota Bandung diperoleh gambaran bahwa persepsi dewan sekolah terhadap peran dan fungsinya sudah sangat tinggi sementara itu partisipasi dewan sekolah secara nyata dapat ditunjukan melalui keikutsertaan dewan sekolah dalam menyusun rencana pengembangan sekolah, pengadaan sarana dan prasarana sekolah serta sumbangan berbagai pemikiran demi tercapainya peningkatan mutu sekolah.
Sekolah merupakan suatu lembaga yang memiliki tugas pokok untuk melaksanakan pembelajaran. Dalam suatu lembaga persekolahan terdapat banyak orang yang menggantungkan hidupnya di sekolah. Untuk itu, agar sekolah dapat menjamin kehidupan penghuninya sekolah tersebut harus tetap eksis. Eksistensi sebuah sekolah akan sangat tergantung pada kualitas yang dimilikinya. Keterhubungan antara eksistensi sekolah dengan kualitas atau mutu produk sekolah sangat erat. Suatu sekolah akan lebih maju dibandingkan dengan sekolah lainnya apabila sekolah tersebut memiliki mutu lulusan yang tinggi.
Mutu sebuah sekolah dapat dipandang dari dua segi, yaitu dari sisi kuantitatif dan sisi kualitatif. Dipandang dari sisi kuantitatif sekolah yang bermutu mampu menghasilkan produk dalam jumlah yang banyak atau menghasilkan lulusan dengan nilai yang tinggi. Sementara dari sisi kualitatif sekolah bermutu dapat dipandang dari kualitas individu yang tercermin dari keahlian yang dimiliki dan perilakunya. Senada dengan bahasan tersebut Djam’an Satori (1995 :2) mengemukakan yang dimaksudnya mutu sekolah yang bernuansa kualitatif dan kuantitatif adalah,
Kualitas tersebut ditunjukkan oleh indikator seberapa banyak siswa yang berprestasi sebagaimana dilihat dalam perolehan angka/nilai yang tinggi, juga ditunjukkan oleh seberapa baik kepemilikan kualitas pribadi para siswanya. Seperti tampak dalam kepercayaan diri, kemandirian disiplin, kerja keras, ulet, terampil, berbudi pekerti, iman, dan taqwa, tanggung jawab sosial dan kebangsaan, apresiasi dan lain sebagainya.

Untuk memandang mutu dari sebuah sekolah sebenarnya banyak perspektif yang dapat kita jadikan sebagai indikator sekolah yang bermutu, mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, kualitas dan profesionalisme tenaga pengajar, budaya organisasi yang dikembangkan serta kepemimpinan kepala sekolah. Apabila unsur-unsur tersebut mampu menampilkan performa terbaiknya maka predikat sekolah bermutu akan mudah diraih.
Seperti halnya fungsi komite sekolah, diharapkan dengan adanya komite sekolah pelayanan yang diberikan sekolah akan lebih baik. Salah satu peran komite sekolah sebagai pengendali dan pengontrol diharapkan dapat memberikan evaluasi terhadap layanan yang diberikan oleh pihak sekolah.

Posting oleh Asep Sunandar 13 tahun yang lalu - Dibaca 69976 kali

 
Tag : #

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...

Senin, 14/12/2020 09:18:40
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER

Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...

7 Pilar MBS
MBS portal
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 105129 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 93392 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55425 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 62138 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
13 tahun yang lalu - dibaca 90878 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65696 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 77345 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 153239 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
9 tahun yang lalu - dibaca 56748 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
9 tahun yang lalu - dibaca 44887 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
9 tahun yang lalu - dibaca 63185 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
9 tahun yang lalu - dibaca 59785 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
9 tahun yang lalu - dibaca 40805 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
9 tahun yang lalu - dibaca 48637 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 58196 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 74044 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 1.71414 seconds