Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Rekonstruksi Mutu Sekolah melalui Rehabilitasi Sekolah

Minggu, 01/12/2013 16:03:53

Sekolah merupakan salah satu dari tiga pilar pendidikan yang mengangkat mutu pendidikan Indonesia (tiga pilar lainnya adalah keluarga dan masyarakat, yang sering disebut dengan pendidikan formal, non formal dan informal). Melalui pendidikan di sekolah akan dapat diketahui bagaimana perkembangan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Sekolah memiliki peran yang sangat besar terhadap mutu. Baik tidaknya mutu, terinovasi atau terdegradasinya mutu juga merupakan dampak yang diakibatkan oleh perkembangan sekolah.

            Contoh nyata dampak dari aktivitas sekolah terhadap mutu pendidikan adalah berubahnya orientasi pendidikan kita dari mulanya kepada pengetahuan, dan sekarang berubah orientasi kepada ijazah atau kelulusan belaka. Contoh tersebut jika dipandang dari segi negatif. Jika perkembangan mutu dipandang dari segi positif, perkembangan mutu sarana dan prasarana yang ada di dunia pendidikan kita semakin meningkat. Perkembangan media pembelajaran memudahkan pemangku pendidikan, guru, siswa, dan orang-orang yang berkaitan dengan pendidikan dalam mengakses pengetahuan dan menyebarkannya kepada masyarakat luas. Siswa lebih mudah memahami pelajaran, guru lebih mudah dalam berinteraksi dan mengajar di kelas, pemangku pendidikan dapat lebih mudah mengontrol kurikulum sekolah, masyarakat lebih mudah mengakses informasi perkembangan mutu sekolah.

            Untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan perlu ada sebuah solusi yang perlu diterapkan di dunia pendidikan indonesia, terutama di sekolah. Menurut Alimah (2007), ada lima dimensi yang berkaitan dengan mutu pendidikan, yaitu 1) karakteristik pembelajar, 2) pengupayaan masukan, 3) proses belajar-mengajar, 4) hasil belajar, 5) konteks atau lingkungan.

Karakteristik pembelajar berpengaruh pada bagaimana siswa belajar dengan baik. Komitmen dan semangat siswa mempengaruhi bagaimana tipe pembelajaran akan dilakukan. Sehingga kecocokan karakteristik pembelajar dengan metode pembelajaran yang digunakan akan meningkatkan kualitas dan kemampuan pembelajar dalam ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Pengupayaan masukan mencakup dua komponen, yaitu sumber daya manusia dan sumber daya fisikal. Sumber daya manusia merupakan komponen paling utama dalam dunia pendidikan, karena sumber daya manusia adalah peran utama pengembangan mutu pendidikan. Sedangkan sumber daya fisikal membantu dan mempermudah sumber daya manusia untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu di lembaga pendidikan.

Proses belajar mengajar merupakan kegiatan inti dari didirikannya sebuah lembaga pendidikan. Proses belajar mengajar (PBM) yang akan menentukan kualitas output atau lulusan sekolah. Baik tidaknya lulusan sebuah lembaga pendidikan, bergantung dari bagaimana proses belajar mengajarnya dilaksanakan, sehingga peningkatan kualitas PBM harus terus ditingkatkan kualitasnya. Dalam PBM terdapat banyak komponen yang harus terus dibina. Selain guru, pengembangan metode dan strategi pembelajaran sangat mempengaruhi pemahaman siswa pada pelajaran. Untuk itu, pengembangan metode dan strategi pembelajaran juga harus terus ditingkatkan.

Proses belajar mengajar juga harus memiliki target seberapa jauh siswa harus meraih hasil yang maksimal. Hasil inilah yang disebut dengan hasil belajar. Kebanyakan orang tua siswa, jika ingin memasukkan anaknya ke suatu sekolah, memperhatikan bagaimana hasil akhir dari suatu pembelajaran, apakah banyak yang lulus atau tidak, apakah banyak yang mendapatkan nilai tinggi atau tidak, dan seterusnya. Untuk itu, hasil belajar juga harus menjadi konsentrasi sekolah dalam meningkatkan mutu.

Berkaitan dengan manajemen berbasis sekolah, lingkungan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekolah. Semakin baik lingkungan yang ada, maka semakin baik kualitasnya, utamanya kualitas akhlaknya. Lingkungan memiliki pengaruh yang mendalam terhadap aktivitas siswa di sekolah. Menurut aliran empirisme, pengalaman merupakan media utama dalam memperoleh ilmu pengetahuan, sedangkan pengalaman lebih sering diperoleh disekitar lingkungan sekolah. Untuk itu, dari statemen tersebut, peningkatan kualitas lingkungan juga harus ditingkatkan, sehingga akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas, baik dari segi kognitif, psikomotorik, maupun afektif.

Pada intinya, dalam meningkatkan mutu pendidikan di lembaga pendidikan perlu membenahi 5 dimensi di atas. Rehabilitasi kelima dimensi tersebut harus terus ditingkatkan. Bukan hanya rehabilitasi dalam bentuk fisik (bangunan sekolah) saja, akan tetapi rehabilitasi juga sangat dibutuhkan dalam segi non fisik. Sehingga keseimbangan antara keseluruhan komponen akan terjaga. Dari keseimbangan tersebut, jika dilakukan dan dipertahankan secara terus menerus, maka akan menghasilkan kualitas yang tinggi. Harapan tersebut, nantinya bukan hanya sekedar impian belaka, akan tetapi dapat menjadi realita dalam kehidupan dunia pendidikan, utamanya di Indonesia.

Posting oleh Tim MBS UM Malang 12 tahun yang lalu - Dibaca 52791 kali

 
Tag : #

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 24/01/2021 07:23:27
PROFIL KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN PADA SEKOLAH DASAR UMUM DAN KEAGAMAAN

Peserta didik saat ini mengalami krisis karakter yang memprihatinkan Penanaman nilai karakter semangat kebangsaan...

Senin, 14/12/2020 09:18:40
PEMBINAAN POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA MELALUI LAYANAN EKSTRAKURIKULER

Abstract: Student leadership potential is not enough just developed through learning activities in the classroom but...

7 Pilar MBS
MBS portal
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen budaya dan lingkungan berbasis sekolah adalah pengaturan budaya dan lingkungan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan budaya dan lingkungan sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
Siti Mistrianingsih. Abstract: The main objective of this study is to describe the implementation of MBS, roles of headmaster, the factors supporting and inhibiting the implementation of MBS at Elementary School in Pandanwangi 1 Malang. The methods of research used the qualitative approach and...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
13 tahun yang lalu - dibaca 104478 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
11 tahun yang lalu - dibaca 92875 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
13 tahun yang lalu - dibaca 55059 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
13 tahun yang lalu - dibaca 61702 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
12 tahun yang lalu - dibaca 90403 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
13 tahun yang lalu - dibaca 65311 kali
Integrasi Kecakapan Hidup dalam...
13 tahun yang lalu - dibaca 76792 kali
Pengajaran Profesional & Pembelajaran...
13 tahun yang lalu - dibaca 152653 kali
Info MBS
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
8 tahun yang lalu - dibaca 56152 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 44547 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
8 tahun yang lalu - dibaca 62660 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
8 tahun yang lalu - dibaca 59213 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
8 tahun yang lalu - dibaca 40498 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
8 tahun yang lalu - dibaca 48240 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
9 tahun yang lalu - dibaca 57673 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
9 tahun yang lalu - dibaca 73628 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2026 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 1.45606 seconds